Berdasarkan pantauan di pasar, harga daging ayam berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp44.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi tercatat berada di rentang Rp135.000 hingga Rp145.000 per kilogram, sedikit meningkat dibandingkan hari sebelumnya.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas belanja masyarakat di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, diproyeksikan mencapai puncaknya pada H-2 Lebaran atau Kamis (19/3). Meski terjadi lonjakan permintaan yang signifikan, harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau masih dalam kondisi stabil.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebutkan bahwa peningkatan permintaan pada periode ini merupakan fenomena tahunan. Bahkan, pada hari ini permintaan masyarakat diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari normal.
“Sejumlah komoditas seperti telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabai, dan bawang mengalami lonjakan permintaan cukup tinggi. Namun sejauh ini harga masih relatif terkendali,” ujar Gunawan.
Berdasarkan pantauan di pasar, harga daging ayam berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp44.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi tercatat berada di rentang Rp135.000 hingga Rp145.000 per kilogram, sedikit meningkat dibandingkan hari sebelumnya.
Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah mengalami kenaikan dari sekitar Rp32.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. Bawang putih juga naik dari kisaran Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga cabai merah justru mengalami penurunan tajam dari Rp32.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Menurut Gunawan, penurunan ini dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan yang mampu melampaui permintaan menjelang Idulfitri.
“Secara keseluruhan, harga kebutuhan pokok masih lebih rendah dibandingkan periode menjelang Ramadhan lalu. Ini menunjukkan bahwa tekanan kenaikan harga berhasil diredam,” jelasnya.
Ia menambahkan, stabilitas harga ini tidak terlepas dari berbagai intervensi pemerintah, salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyasar komoditas seperti daging sapi dan daging ayam.
Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan bahwa puncak belanja masyarakat diperkirakan terjadi pada Kamis, sementara pada Jumat (hari raya) aktivitas belanja akan mulai menurun. Bahkan, pada hari Lebaran hingga H+2, banyak pedagang diperkirakan menutup lapaknya.
“Masyarakat disarankan untuk tidak berbelanja dalam jumlah besar pada hari Lebaran hingga H+2, karena kondisi pasar yang tidak seimbang seringkali memicu kenaikan harga yang tidak wajar,” pungkasnya. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































