Pulihkan Pembelajaran Pascabanjir, Dosen FKIP Unsam Implementasikan Modul Mitigasi Bencana Di Manyak Payed

6 hours ago 5
AcehPendidikan

13 Maret 202613 Maret 2026

Pulihkan Pembelajaran Pascabanjir, Dosen FKIP Unsam Implementasikan Modul Mitigasi Bencana Di Manyak Payed Dosen FKIP Unsam melaksanakan kegiatan PKM dengan memberikan pendidikan kedaruratan bagi siswa yang terdampak banjir melalui implementasi modul pembelajaran bencana yang adaptif, kontekstual, dan berbasis ketahanan psikososial di SMAN 1 Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Perkuat ketahanan psikososial siswa pascabanjir, Dosen FKIP Unsam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memberikan pendidikan kedaruratan bagi siswa yang terdampak banjir melalui implementasi modul pembelajaran bencana yang adaptif, kontekstual, dan berbasis ketahanan psikososial di SMAN 1 Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Bencana, Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd kepada wartawan Jumat (13/03/2026) mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pemulihan proses pembelajaran siswa yang sempat terganggu akibat bencana banjir, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang kesiapsiagaan serta mitigasi bencana.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan pendampingan edukatif kepada para siswa melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual.

Lanjutnya, untuk modul pembelajaran yang digunakan dirancang secara khusus agar sesuai dengan kondisi siswa pascabencana. Materi yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dasar tentang kebencanaan, tetapi juga menekankan pada penguatan ketahanan psikososial agar siswa mampu bangkit dan kembali bersemangat dalam mengikuti proses belajar.

Dijelaskan Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd, bahwa pendidikan darurat merupakan salah satu langkah penting dalam upaya pemulihan pendidikan setelah terjadinya bencana. Menurutnya, bencana banjir tidak hanya berdampak pada kerusakan sarana dan prasarana, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis siswa.

“Melalui implementasi modul bencana yang adaptif dan kontekstual ini, kami berharap siswa dapat memahami bagaimana menghadapi situasi bencana sekaligus memperkuat ketahanan psikologis mereka sehingga tetap termotivasi untuk belajar,” ujarnya.

Selanjutnya, sambung Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana, kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, yakni Nuriana, S.Pd., M.Pd.

Selain itu, tiga orang perwakilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Ia juga menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Kepala SMAN 1 Manyak Payed, Nurhartati, S.Pd serta Nila Diana, S.Pd yang telah menjalin komunikasi awal dengan tim pengabdian terkait kondisi dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah pada masa pascabanjir.

Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh guru di SMAN 1 Manyak Payed yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat terlaksana dengan baik dan berjalan lancar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah dan seluruh guru di SMAN 1 Manyak Payed atas kerja sama dan dukungan yang sangat baik. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sangat penting dalam membantu pemulihan pendidikan bagi siswa yang terdampak bencana,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, ujarnya, pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi para siswa, terutama dalam membantu mereka memahami situasi bencana serta membangun kembali semangat belajar setelah mengalami dampak banjir.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Samudra dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui program pendidikan darurat ini diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang kebencanaan, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan ketahanan psikososial yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang,” tutup Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd.(id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |