Pulihkan Motivasi Pascabanjir, Tim PkM Gelar ‘Gema Bahasa’ Bagi Anak-anak Seuneubok Baro

6 hours ago 5
AcehPendidikan

Pulihkan Motivasi Pascabanjir, Tim PkM Gelar ‘Gema Bahasa’ Bagi Anak-anak Seuneubok Baro Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan aksi tanggap bencana melalui program inovatif bertajuk "Gema Bahasa (Gelora Bermain Bahasa)" di Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang. Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Trauma pascabencana banjir seringkali menyisakan dampak psikologis bagi anak-anak, termasuk menurunnya semangat belajar. Menanggapi kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan aksi tanggap bencana melalui program inovatif bertajuk “Gema Bahasa (Gelora Bermain Bahasa)” di Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.

Program PkM diketuai Indah Fajarini, S.Pd., M.Pd selaku dosen pembimbing, dan didukung penuh dari tim mahasiswa yang terdiri dari Kiki Permata, Aliska Roza Syafrina, dan M. Fahrizal. Selain itu, tidak bergerak sendiri, tim juga menggandeng Komunitas Tunas Aceh Tamiang yang dipimpin Rico Adriansyah beserta kru untuk menjangkau akar rumput secara lebih efektif.

Ketua Pelaksana, Indah Fajarini, S.Pd., M.Pd kepada wartawan, Rabu (11/03/2026) mengatakan, kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan Komunitas Masyarakat Tunas Aceh Tamiang dalam implementasi permainan linguistik kreatif yang dilaksanakan pada Kamis (26/2/2026).

“Tujuannya jelas memulihkan motivasi belajar siswa yang sempat terdampak bencana banjir di wilayah tersebut. Bahkan, sebanyak 35 anak-anak dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP antusias mengikuti rangkaian permainan linguistik yang dirancang untuk mengasah kemampuan berbahasa sekaligus memberikan hiburan edukatif (trauma healing),” sebutnya.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini disambut hangat oleh aparatur desa setempat Pj. Datok Penghulu Seuneubok Baro, T. Irzandi Mahriza yang mengungkapkan apresiasinya atas kehadiran tim PkM di desanya.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Anak-anak di sini sangat antusias mengikuti setiap sesi. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengembalikan keceriaan dan semangat mereka untuk kembali sekolah setelah musibah banjir kemarin,” ujar T. Irzandi Mahriza.

Dijelaskan Indah Fajarini, S.Pd., M.Pd lagi, bahwa pemilihan metode permainan linguistik kreatif bertujuan agar anak-anak tidak merasa sedang belajar secara formal yang membosankan, melainkan bermain namun tetap menyerap ilmu.

“Kami ingin memastikan bahwa pasca-banjir, anak-anak tidak kehilangan motivasi. Lewat Gema Bahasa, kami mengajak mereka berinteraksi kembali dengan literasi melalui cara yang menyenangkan,” pungkas Indah.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan belajar siswa, tim PkM juga membagikan paket Edukit. Paket tersebut berisi Alat tulis sekolah lengkap, LCD Berkarakter untuk sarana bermain linguistik kreatif secara digital dan interaktif, dan buku bacaan inspiratif yang dikurasi khusus untuk memotivasi siswa.

“Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Samudra menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana dan diharapkan semangat literasi di Desa Seuneubok Baro tetap menyala, dan anak-anak dapat kembali menatap masa depan dengan optimisme meskipun baru saja melewati masa sulit,” imbuhnya.(Id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |