PSSI Khawatir Penerbangan Pemain Diaspora Jelang FIFA Series

9 hours ago 2
Olahraga

PSSI Khawatir Penerbangan Pemain Diaspora Jelang FIFA Series

Ukuran Font

Kecil Besar

14px


Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga menjawab pertanyaan pewarta di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Antara

JAKARTA (Waspada.id): Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga mengaku khawatir dengan situasi penerbangan yang berpotensi memengaruhi kedatangan pemain diaspora timnas Indonesia menjelang agenda FIFA Series.

Arya mengatakan situasi penerbangan internasional, terutama yang melibatkan rute dari Eropa dan kawasan Timur Tengah, masih belum pasti, sehingga PSSI harus mencari opsi perjalanan terbaik bagi para pemain.

“Ini FIFA Series, tapi sebentar lagi Lebaran, pasti terputus juga. Jadi, mudah-mudahan dari persiapan. Tapi, juga saya sedikit khawatir mengenai hal ini penerbangan teman-teman, kalau yang bisa bertanding, dari Eropa sedikit. Kita tahu situasi di Timur Tengah seperti itu,” kata Arya saat ditemui di Jakarta, Jumat (6/3).

“Nanti coba dicari cara bagaimana supaya apakah memungkinkan untuk terbang ke Indonesia atau tidak,” ujarnya.

​​​​​​​Arya menambahkan hingga saat ini PSSI bahkan belum memastikan pembelian tiket pesawat karena masih menunggu perkembangan situasi internasional.

“Situasi sekarang kita belum tahu bagaimananya, lewat mana. Apakah lewat Amerika Serikat atau tidak, kita belum tahu juga. Nanti kita lihat urgensi sekuat-kuatnya dari bagaimana apakah pelatih bisa mencari langkah-langkah. Nanti kita cari mana yang terbaik nantinya,” katanya.

Timnas Indonesia akan berlaga di turnamen FIFA Series pada akhir Maret mendatang. Pasukan Garuda akan bertemu St Kitts and Nevis pada 27 Maret, pemenang pertandingan itu kemudian akan menghadapi pemenang pertandingan antara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon pada 30 Maret.

Selain persoalan penerbangan, Arya juga menyebut waktu persiapan tim nasional berpotensi sangat singkat karena beririsan dengan periode Lebaran.

Ia menjelaskan sebagian besar pemain baru dapat berkumpul setelah kompetisi domestik selesai, sementara para pemain juga biasanya ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran.

“Sekarang tanggal pertengahan akhir Liga (Super) sudah berhenti, harusnya sudah bisa sebagian besar (datang), mungkin. Tapi, mepet juga dengan Lebaran. Pasti pemain kita juga ingin pulang Lebaran. Ini waktu yang singkat bagi pelatih untuk mengumpulkan mereka,” katanya.

​​​​​​​Arya menyebut pelatih tim nasional Indonesia John Herdman masih mempertimbangkan waktu terbaik untuk mengumpulkan para pemain dalam pemusatan latihan.

“Dia (John Herdman) juga melihat Lebaran. Nanti kita lihat bagaimana. Pasti ada langkah-langkah,” ujar Arya.

Dalam kesempatan yang sama, Arya juga menjelaskan situasi bek timnas Elkan Baggott yang sebelumnya sempat absen dari skuad.

Menurut Arya, keputusan tersebut bukan berasal dari pelatih, melainkan dari pemain yang saat itu memilih fokus bersama klubnya, Ipswich Town.

“Elkan Baggott? Sebenarnya bukan di pelatih, di pemain saat itu. Dia lebih fokus ke klub saat itu. Jadi, ini belum tahu, sesuai kebutuhan saja,” katanya.

​​​​​​​Arya menegaskan bahwa keputusan terkait pemanggilan pemain akan disesuaikan dengan kebutuhan tim pelatih di setiap agenda tim nasional. “Di posisinya Elkan bagaimana? Banyak? Nanti banyak pilihan-pilihan,” ujar Arya. (id08/ant)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |