Dosen dan mahasiswa UM Tapsel yang tergabung dalam tim Program Mahasiswa Berdampak, fota bersama di lokasi kegiatan, Aek Ngadol, Tapsel. Waspada.id/Ist.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
TAPSEL (Waspada.id) : Program Mahasiswa Berdampak yang dilaksanakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mendapat perhatian dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Elisa, M.Pd selaku Ketua Tim Program Mahasiswa Berdampak UM Tapsel, Minggu (8/3/2026) mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek yang telah melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Aek Ngadol, Tapsel pada 5 Maret 2026.
Program Mahasiswa Berdampak dengan tema “Pengembangan Sistem Budidaya Kolam Terpal berbasis Ekonomi Sirkular: Teknologi Pengelolaan Air dan Olahan Ikan untuk Pemulihan UMKM Aek Ngadol Pasca Bencana”, ucapnya, merupakan salah satu bukti nyata keterlibatan mahasiswa dalam membantu memulihkan kondisi ekonomi masyarakat pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
TIM Program Mahasiswa Berdampak UM Tapsel sedang menyiapkan kolam ikan dari terpal di Aek Ngadol, Tapsel. Waspada.id/IstDijelaskan, dalam implementasinya, tim mahasiswa yang terdiri dari beberapa HMJ di UMTS memperkenalkan sistem budidaya ikan menggunakan kolam terpal yang relatif mudah diterapkan oleh masyarakat. Kemudian mahasiswa juga memberikan pelatihan mengenai pengelolaan kualitas air budidaya serta pengolahan hasil perikanan agar dapat menghasilkan produk olahan bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain itu, penggunaan solar yang digunakan sebagai energi ramah lingkungan yang akan menggerakkan sistem aerasi yang berada di kolam bioflok ikan lele dinilai membawa teknologi sekaligus menghemat biaya sebagaiman dikatakan salah seorang anggota Tom Dosen, Andes Fuady, M.Kom.
Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek yang turun untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi, ungkapnya bertujuan untuk memantau pelaksanaan program, menilai capaian kegiatan, serta memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Monev ini dipimpin oleh Luthfi Ilham Ramadhani didampingi reviewer oleh Prof. Yohana Sutiknyawati, Staf Ahli Fidela Marwa Huwaida dan Tim Risbang Kemdiktisaintek RI. Tim evaluator juga meninjau secara langsung proses kegiatan di lapangan, mulai dari pembangunan kolam terpal, pelatihan kepada masyarakat, hingga pengembangan produk olahan ikan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat setempat.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Tapsel Nurmaini Ginting, M.Si menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat.
“Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pemulihan ekonomi masyarakat Desa Aek Ngadol serta mendorong tumbuhnya kegiatan usaha berbasis potensi lokal,” tuturnya.

Hasil Evaluasi dan Tanggapan Tim Ahli
Dari hasil monitoring dan evaluasi, program ini dinilai memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan masyarakat pascabencana, khususnya dalam mendukung pemulihan sektor ekonomi masyarakat melalui kegiatan budidaya perikanan yang relatif mudah dikembangkan.
Tim evaluator juga menilai bahwa penerapan konsep ekonomi sirkular dalam sistem budidaya menjadi nilai tambah program karena menekankan efisiensi penggunaan sumber daya serta keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelatihan dan pengelolaan kolam menunjukkan bahwa program ini memiliki potensi keberlanjutan yang baik, terutama jika didukung dengan pendampingan lanjutan dan penguatan kapasitas kelompok usaha masyarakat.
Beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh tim ahli antara lain penguatan aspek pemasaran produk olahan ikan, pembentukan kelompok usaha berbasis masyarakat, serta pengembangan kemitraan dengan pemerintah daerah dan pelaku UMKM agar program dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, UMTS kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat”, kata Wakil Rektor, Aisyah Nurmi, S.Pt, M.Pt yang juga anggota tim pengabdi.(id46).
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































