Pertumbuhan Ekonomi Bali-Nusa Tenggara Tertinggi di RI, Ini Pemicunya

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Bali dan Nusa Tenggara kini menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal pertama 2026. Bahkan, di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,61%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, tercatat tumbuh 7,93% pada kuartal pertama 2026, melonjak dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2025 sebesar 3,22%.

Adapun Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi yang menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yakni 4,07%. Selanjutnya, Bali dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,68% dan Nusa Tenggara Timur sebesar 1,18%.

Sumber pertumbuhan utama dari wilayah Bali-Nusa Tenggara ini adalah pertambangan, industri pengolahan, dan pertanian.

Namun, secara spesifik, Kepala BPS Amalia Adhininggar Widysanti saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026) membeberkan pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang pesat di wilayah tersebut.

"Pertumbuhan tinggi di wilayah Bali Nusra utamanya didorong oleh pertumbuhan ekspor luar negeri dari provinsi Nusa Tenggara Barat di mana ekspor luar negeri sebesar 827%, di mana ini menopang pertumbuhan ekonomi NTB yang saat ini datang di triwulan 1 2026 mencapai 13,64%, sehingga pangsa perekonomian NTB terhadap wilayah Bali Nusra itu adalah sebesar 30,47%," jelas Amalia.

Faktor kedua adalah sektor pertambangan bijih logam dan industri pengolahan logam dasar di NTB yang meningkat pesat. Lapangan usaha pertambangan di NTB tumbuh 31,80% secara tahunan (year on year/ yoy) dan industri pengolahan juga tumbuh secara tahunan sebesar 60,25%.

Faktor lainnya kata Kepala BPS adalah adanya relaksasi ekspor konsentrat oleh Kementerian ESDM sejak 14 Oktober 2025. Menurutnya, ini juga menjadi faktor yang mendorong meningkatnya ekspor hasil olahan logam di NTB.

Seperti diketahui, Kementerian ESDM telah memberikan rekomendasi ekspor konsentrat tembaga kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), unit bisnis PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), sebanyak 480.000 metrik ton. Izin ekspor tersebut berlaku selama 6 bulan, terhitung mulai 31 Oktober 2025 sampai April 2026.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |