Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan, akan melantik dua pejabat baru di lingkungan Kementerian Keuangan esok hari, Rabu (6/5/2026).
Dua pejabat baru yang akan dilantik ini bakal mengisi dua kursi kosong, seusai Purbaya mencopot pejabat tinggi Kemenkeu, imbas masalah data restitusi pajak yang tak akurat.
"Besok akan kita lantik langsung pejabat barunya," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Meski begitu, Purbaya belum mau mendetailkan nama-nama yang akan dilantik, termasuk rincian kursi jabatan yang akan ditempati pejabat baru di Kementerian Keuangan itu.
Sebagai informasi, kemarin Purbaya mengklaim telah mencopot dua pejabat tinggi di Kementerian Keuangan imbas menyodorkan data yang tidak benar soal restitusi pajak atau pengembalian lebih bayar pajak para wajib pajak.
Ia mengatakan, keputusan ini didasarkan dari investigasi internal yang telah dilakukan untuk menelusuri besarnya nilai restitusi pajak pada tahun lalu. Nilai restitusi pajak pada 2025 sebesar Rp 361,15 triliun atau naik 35,9% dari tahun sebelumnya.
"Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini 2 akan saya copot. Serius kan? Ada itu, suka-suka menteri lah," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Purbaya mengaku, tahun lalu sempat mempertanyakan kepada jajarannya terkait dengan besaran nilai restitusi. Hasil laporan yang ia terima nilainya sedikit, namun realisasinya justru membengkak.
"Jadi gini, tahun lalu saya salah menebak total restitusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat yang mereka sebutkan. Jadi itu yang kita akan perbaiki, jangan sampai ada salah informasi lagi," paparnya.
Menurutnya, investigasi internal ini di luar audit total restitusi yang telah ia serahkan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Audit BPK dilakukan untuk periode 2016-2025.
"Saya minta diaudit dengan betul supaya kita tidak kecolongan. Apalagi ke industri batu bara. PPN-nya saya nombok Rp 25 triliun restitusinya, net, jadi saya bayar. Kan ada yang enggak benar hitungannya," ucap Purbaya.
(arj/haa)
Addsource on Google

2 hours ago
3















































