Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kondisi pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan perbaikan pada awal 2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya penyerapan tenaga kerja sekaligus turunnya tingkat pengangguran.
"Kalau kita lihat indikator sosial juga terus membaik, sepanjang Februari 2025 sampai Februari 2026, penyerapan tenaga kerja bertambah sebesar 1,89 juta, sehingga total jumlah orang yang bekerja sebesar 147,67 juta, dan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 4,76% di Februari 2025 menjadi 4,68% di Februari 2026," kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ia menilai, capaian tersebut turut memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi nasional. Selain dari sisi ketenagakerjaan, perbaikan juga terlihat pada indikator sosial lainnya.
"Capaian ini memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi, di samping penurunan angka kemiskinan sebesar 8,25% di September 2025 dan rasio gini 0,363, juga di September 2025," lanjut dia.
Data tersebut sejalan dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang sebelumnya melaporkan adanya perbaikan di pasar tenaga kerja, meskipun masih dibayangi dinamika pemutusan hubungan kerja (PHK).
BPS mencatat, jumlah orang yang terkena PHK sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026 mencapai 196,7 ribu orang. Namun, sebagian besar di antaranya telah kembali bekerja.
"Tentunya kami di Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) ini tidak hanya mencatat orang yang di-PHK, tapi juga mencatat orang yang mendapatkan pekerjaan kembali," kata Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti saat konferensi pers di kantor BPS.
Foto: Pencari kerja memadati gelaran Job For Career Festival 2018 di area Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (27/11). Angka pengangguran pada Agustus 2018 tercatat 7 juta orang, menurun 40 ribu orang dibanding Agustus 2017 lalu. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Dari total tersebut, sebanyak 113 ribu orang sudah kembali bekerja, 69,1 ribu orang masih menganggur, dan 14,6 ribu orang masuk kategori bukan angkatan kerja.
Secara keseluruhan, jumlah pengangguran Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebanyak 7,24 juta orang atau turun 35 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga menurun menjadi 4,68%.
"Tingkat pengangguran terbuka Februari 2026 sebesar 4,68% atau sekitar 5 dari 100 orang angkatan kerja merupakan penganggur," jelas Amalia.
BPS juga mencatat jumlah angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang pada Februari 2026, meningkat 1,862 juta orang dibandingkan Februari 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,67 juta orang telah bekerja.
"Penduduk bekerja pada Februari 2026 sebanyak 147,67 juta orang, meningkat 1,896 juta orang dibandingkan Februari 2025. Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu 42,49 juta orang atau sebesar 28,78%," ujarnya.
Sementara itu, jumlah pekerja penuh waktu juga meningkat signifikan.
"Pekerja penuh bertambah 2,10 juta orang, sementara jumlah pengangguran turun 940 ribu orang," pungkas dia.
(wur)
Addsource on Google

1 hour ago
3
















































