Perhatikan Korban Bencana Sumatera, PELNI Sudah Bebaskan Biaya Pengiriman Bantuan Senilai Rp1,2 Miliar

4 hours ago 3
Medan

2 Januari 20262 Januari 2026

Perhatikan Korban Bencana Sumatera, PELNI Sudah Bebaskan Biaya Pengiriman Bantuan Senilai Rp1,2 Miliar Seorang operator tampak memberi isyarat saat memandu pergerakan kontainer milik PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) di Belawan, pekan lalu. PT PELNI memperkuat peran kemanusiaannya melalui program pembebasan biaya angkut bantuan bencana menuju Belawan. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memperkuat peran kemanusiaannya melalui program pembebasan biaya angkut bantuan bencana menuju Belawan.

Total biaya angkut yang dibebaskan PELNI mencapai Rp 1,2 miliar untuk pengangkutan 44 TEUs kontainer serta 1.669 kg parsel RedPack melalui empat kloter pengangkutan menggunakan KM Kelud dan KM Nggapulu.

Pada kloter keempat Senin (29/12) kemarin, KM Kelud mengangkut sebanyak 1 TEUs kontainer dan 1.669 kg parsel RedPack barang bantuan. Pengiriman terakhir ini akan tiba di Pelabuhan Belawan pada Kamis (1/1).

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyampaikan bahwa program bebas biaya pengiriman untuk bantuan Sumatera ini merupakan wujud nyata komitmen PELNI dalam mendukung penanggulangan bencana.

“Dengan total pembebasan biaya pengiriman mencapai Rp1,2 miliar, PELNI menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan berbagai instansi, perusahaan dan relawan ini memastikan bantuan dapat disalurkan ke Sumatera,” ujar Ditto dalam siaran pers diterima di Medan, Kamis (1/1).

Ditto juga mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang telah mengirimkan bantuan dan menegaskan kesiapan PELNI untuk program serupa di masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mempercayakan pengiriman barang bantuannya kepada PELNI. Kami memastikan pengangkutan bantuan kemanusiaan berjalan sesuai prosedur yang transparan dan tertib demi kelancaran distribusi logistik,” tambah Ditto.

Selain program pembebasan biaya pengiriman tersebut, PELNI mendapatkan penugasan dari Kementerian Perhubungan RI dengan mengirimkan KM Egon untuk perbantuan angkutan POLRI.

KM Egon mengangkut sebanyak 237 personel POLRI beserta 37 unit motor, 27 unit truk dan kendaraan kecil lainnya, sekaligus 8.518 ton logistik dan 43 koli obat-obatan. Seluruhnya diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (16/12).

Sebelumnya PELNI Group juga telah menyalurkan bantuan logistik secara langsung ke daerah bencana di Sumatera Utara pada Selasa (2/12) dan Sumatera Barat pada Rabu (3/12) dengan total nilai bantuan mencapai Rp300 Juta.

Terkait kabar adanya kontainer berisi barang bantuan yang dikirimkan dari Jawa Timur tertahan di gudang BPBD Sumatera Utara, Ditto menyampaikan bahwa miskomunikasi tersebut sudah diselesaikan dan barang bantuan sudah diterima oleh pihak yang seharusnya.

“Yang terjadi di sana sebatas miskomunikasi yang sudah diselesaikan dengan baik atas dasar kemanusiaan. Kita sama sama peduli atas bencana yang terjadi dan ingin barang bantuan dapat cepat disalurkan. Permasalahan sudah diselesaikan, dan semua pihak bekerja sama dengan baik untuk membantu korban bencana,” tegas Ditto. (id16)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |