Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Penarikan diri dari Piala Dunia 2026 yang dilakukan timnas Iran lewat Menteri Pemuda dan Olahraga memicu polemik. Tim pengganti disebut tak harus berasal dari konfederasi yang sama.
Hal tersebut diungkapkan mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching, sebagaimana dilaporkan Reuters, Kamis (12/3).
“Tidak ada preseden modern untuk masalah ini, dan menurut peraturan FIFA sendiri, mereka memiliki izin penuh untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan jika sebuah tim mengundurkan diri,” kata Kitching.
Pernyataan tersebut menegaskan, negara mana pun bisa ditunjuk FIFA untuk menggantikan Iran, jika benar-benar resmi mengundurkan diri.
“Artinya, misalnya jika ada tim yang mengundurkan diri maka tidak harus diganti oleh tim yang berasal dari konfederasi yang sama, atau bahkan tidak perlu diganti sama sekali.”
“Apakah skenario tersebut bisa diterima secara politis? Itu pertanyaan berbeda,” jelas Kitching.
Sebelumnya, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengumumkan Iran mundur dari Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara, termasuk Amerika Serikat.
Keputusan itu diambil karena perang antara Irak dan pasukan Amerika Serikat-Israel, tak kunjung menunjukkan tanda-tanda reda hingga saat ini.
Donyamali menegaskan Iran tak mungkin mau berpartisipasi di Piala Dunia setelah serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (id08/rtr/cnni)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.













































