Mobil KPK melaju membawa pihak yang terjaring OTT di KPK.tangkapan layar RMOL
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah awal pekan ini.
Salah satu yang diamankan adalah bupati, dan telah dibawa penyidik KPK ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya bupati,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (3/3) pagi.
Budi mengatakan para pihak yang telah diamankan penyidik itu dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.
“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Saat berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut terkait kasus tersebut.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT. Saat ini, para pihak yang terjaring OTT masih berstatus sebagai terperiksa.
Disegel
Sementara itu pada Selasa (3/3) ini terpantau kantor Fadia di Kawasan Pemkab Pekalongan sudah disegel KPK.
Mengutip dari detikJateng, situasi depan pintu kantor bupati yang terdapat foto Fadia di atasnya sudah disegel KPK. Dua daun pintu itu disegel dengan tempelan kertas warna putih dan merah, yang bertuliskan ‘DALAM PENGAWASAN KPK’. Terdapat juga logo KPK dan tulisan tanggal 3-3-2026, dengan tanda tangan penyidik.
Tulisan yang sama juga ditemukan dalam sejumlah ruangan kepala dinas, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru). Selain itu, segel KPK juga terlihat di ruangan kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Pekalongan.
Sementara itu ruang kantor Wakil Bupati Pekalongan Sukirman tidak terlihat disegel. Sukirman saat dimintai konfirmasi mengaku belum tahu ada OTT di wilayahnya, apalagi sampai menjerat Bupati Fadia.
“Belum, belum (belum mengetahui). Kita cek dulu ya. Saya belum tahu,” ungkapnya kepada detikJateng.
Begitu juga dengan penyegelan sejumlah kantor kepala dinas, Sukirman juga menyatakan belum mendapat informasinya.
“Belum, belum (ada laporan). Infonya apa (belum ada),” tambahnya.(cnni)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































