Nenek 83 Tahun Juara Kompetisi Pasanggiri Angklung AHM 2026

2 hours ago 1
Nusantara

11 Februari 202611 Februari 2026

Nenek 83 Tahun Juara Kompetisi Pasanggiri Angklung AHM 2026

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MERRYWATI (baris belakang kanan ketiga) bersama grup Gita Pundarika NSI sedang tampil memainkan alat musik angklung pada gelaran Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH). Waspada/Ist

JAKARTA (Waspada.id): Seorang nenek berusia 83 tahun bersama kelompoknya berkompetisi dengan 1.700 peserta lain mengikuti Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH).

Kompetisi yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor (AHM) ini menjadi sarana kolaborasi mengekspresikan musik angklung secara modern, sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diakui dunia.

Berusia lebih dari sewindu, Merrywati Peruba aktif bermain angklung bersama grup Gita Pundarika NSI sejak tahun 1979. Pada ajang PASH, Merrywati tampil memukau dewan juri bersama 39 pemain angklung lain yang rata-rata berusia lebih dari setengah abad.

Memainkan lagu Donau Wellen, Merry dan timnya berhasil memikat perhatian dewan juri sehingga tim angklung asal DKI Jakarta ini dinobatkan sebagai juara pertama di kategori umum.

“Bermain angklung menjadi salah satu cara untuk memperkuat daya ingat, memberikan kenyamanan dan perasaan bahagia. Dari angklung kita belajar pentingnya kerjasama guna menghasilkan melodi yang indah dan harmonis. Ajang PASH bagi kami adalah ruang untuk berkreasi sekaligus mengekspresikan hobi bermusik,” ujar Merrywati di sela-sela kompetisi.

Final PASH berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026. Selain menetapkan Merrywati dan tim sebagai pemenang, AHM juga memberikan apresiasi kepada para pemenang dari 3 kategori kelompok lain yaitu Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA). Para pemenang ini berhasil menyisihkan ribuan peserta lain yang berasal dari 21 kabupaten dan kota di Tanah Air.

Selain pemenang di 3 kategori, AHM juga memilih 2 tim angklung terfavorit yang berhasil mencuri perhatian netizen di media sosial. Saat kompetisi berlangsung, para peserta secara kreatif dan kompak membawakan beragam genre musik, mulai dari musik daerah lagu anak-anak hingga lagu original soundtrack film.

“Ini membuktikan angklung mampu berpadu dengan berbagai jenis musik. Teknik permainan musik, kreativitas aransemen hingga estetika dalam penampilan menjadi poin utama penilaian,” ujar Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication AHM, Rabu (11/2).

Muhibbuddin mengapresiasi antusiasme seluruh peserta dalam menjaga warisan budaya angklung yang telah dikukuhkan oleh UNESCO lebih dari 2 dekade.  Kreativitas peserta dalam bermain musik angklung yang dipadukan pengaruh sosial media dapat menjadi alat komunikasi lintas generasi yang berdampak luas.

“Angklung mampu memukau dunia bukan sekedar alat musik yang memiliki nilai sejarah bagi bangsa namun turut mengajarkan konsistensi, daya juang dan harmonisasi kerjasama tim yang kami yakini dapat menjadi dasar pembentukan generasi unggul. PASH ini sebagai wadah bagi pecinta angklung di Indonesia dalam eksplorasi kemampuan bermusik tradisional dengan cara yang kekinian dan menyenangkan,” ujar Muhib.

President Director PT Indako Trading Coy, Leo Wijaya, menyampaikan bahwa Pasanggiri Angklung Satu Hati merupakan wujud komitmen Honda dalam mendukung pelestarian budaya bangsa melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk di wilayah Sumatera Utara.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif AHM yang tidak hanya menghadirkan inovasi di dunia otomotif, tetapi juga konsisten membangun nilai-nilai kebersamaan, kolaborasi, dan keberlanjutan melalui kegiatan budaya seperti PASH,” ujar Leo Wijaya. (rel)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |