Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan penerapan pembelajaran deep learning di sekolah akan mulai berjalan bertahap pada tahun ajaran 2026/2027. Namun, ia mengakui masih banyak guru yang belum sepenuhnya beralih dari pola pembelajaran lama.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan penerapan pembelajaran deep learning di sekolah akan mulai berjalan bertahap pada tahun ajaran 2026/2027. Namun, ia mengakui masih banyak guru yang belum sepenuhnya beralih dari pola pembelajaran lama.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat acara buka puasa bersama Forum Wartawan Pendidikan di Rumah Dinas Mendikdasmen, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Komunikasi dan Media Maruf El Rumi, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen Anang Ristanto serta Ketua Fortadik Dodi S.
Menurutnya, saat ini kebijakan deep learning masih difokuskan pada pelatihan guru melalui proses pengimbasan berjenjang dari guru ke guru atau training of trainers (ToT).
“Proses pengimbasan masih berjalan dua tahap, dari guru ke guru. Untuk sekolah juga masih dalam proses nominasi dan seleksi untuk menjadi sekolah model,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan, sekolah model nantinya akan menjadi tempat penerapan penuh pendekatan deep learning. Sementara sekolah lain yang gurunya masih dalam tahap pelatihan belum akan menerapkan kebijakan tersebut secara menyeluruh.
“Sekolah model melaksanakan deep learning secara penuh. Sementara sekolah lain yang gurunya masih ikut pelatihan belum sepenuhnya melaksanakan,” katanya.
Mu’ti menegaskan, perubahan menuju sistem pembelajaran mendalam tidak bisa dilakukan secara instan. Prosesnya akan diperkuat melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sehingga pelatihan guru dilakukan berbasis mata pelajaran.
“Deep learning ini prosesnya panjang, tapi akan dipenetrasi melalui MGMP. Jadi pelatihan juga berbasis mata pelajaran,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu ia juga menegaskan bahwa mata pelajaran koding masih bersifat pilihan. Sementara program yang saat ini sedang berjalan adalah pelatihan Bimbingan Konseling (BK) bagi para guru.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui peraturan menteri terbaru.
Mu’ti mengatakan, kementeriannya juga menyiapkan sejumlah terobosan untuk meningkatkan kompetensi guru, salah satunya dengan memberikan kesempatan guru mengikuti program belajar satu hari yang dikembangkan melalui MGMP di tingkat provinsi hingga kecamatan.
Sebagian besar pelatihan guru kini juga dikembangkan melalui skema in-house training di sekolah.
“Misalnya kepala sekolah mengikuti pelatihan in-house selama 10 hari, termasuk pelatihan tentang program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” ujarnya.
Meski demikian, Mu’ti mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan kompetensi guru. Salah satunya adalah masih banyak guru yang belum beralih dari pola pembelajaran lama.
Ia juga menyoroti fenomena peserta pelatihan guru yang sering didominasi oleh orang yang sama.
“Banyak guru yang ikut pelatihan itu orangnya sama, dia lagi dia lagi,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kemendikdasmen akan memperbaiki sistem pelatihan dengan memberikan sertifikasi kelulusan bagi guru yang telah mengikuti program pengimbasan secara lengkap.
Menurut Mu’ti, kualitas guru tetap menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan di tengah perkembangan teknologi.
“Secanggih apa pun teknologi, kalau kualitas guru tidak diperbaiki maka hasil pendidikan tidak maksimal. Guru harus mau terus belajar karena dunia sangat dinamis,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Guru dan Dosen, guru memiliki kewajiban menyiapkan pembelajaran, mengajar, menilai, membimbing, serta terus meningkatkan kompetensinya.
Mu’ti menambahkan, kebijakan deep learning sendiri baru berjalan sekitar satu tahun dan masih dalam tahap peletakan fondasi.
“Kita baru meletakkan pondasi. Selanjutnya tinggal akselerasi dan evaluasi pelaksanaannya,” kata Mu’ti.
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































