Mau Disukai Bos dan Digaji Besar? Ikuti Cara Nabi Muhammad Ini

2 hours ago 3
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebelum menerima wahyu dan menjalani masa kenabian, Nabi Muhammad menjalani kehidupan sebagai pekerja untuk bisnis Khadijah, seorang saudagar kaya asal Makkah.

Ketika berusia sekitar 20-an, Nabi Muhammad dipercaya untuk membantu mengurus perdagangan milik Khadijah. Tugasnya antara lain membawa dan mengawasi barang dagangan dalam perjalanan dari Makkah ke berbagai wilayah di Jazirah Arab.

Meski tidak diketahui secara pasti berapa upah yang diterimanya, salah satu riwayat menyebut Nabi Muhammad mendapatkan bayaran berupa empat ekor unta.

Bagi pria yang lahir tepat hari ini 1.455 tahun lalu itu, pengalaman bekerja bukan sesuatu yang baru. Sebelum bekerja kepada Khadijah, beliau telah memiliki pengalaman sebagai penggembala kambing.

Karen Armstrong dalam biografi Nabi berjudul Muhammad: Sang Nabi (2006) menyebut, Nabi Muhammad muda merawat kambing milik pamannya Abu Talib sendiri atau keluarga lain. Jika menggembala kambing milik keluarga lain, beliau mendapatkan upah yang kemudian diserahkan kepada Abu Talib untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Pekerjaan tersebut ternyata menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Muhammad. Dari sana, beliau dikenal sebagai sosok yang jujur dan dapat dipercaya.

Dua sifat tersebut kemudian menjadi modal penting ketika Nabi Muhammad mulai bekerja dalam perdagangan Khadijah.

Saat Abu Talib mengajukan Nabi Muhammad untuk bekerja kepada Khadijah, beliau bahkan meminta bayaran dua kali lebih besar. Khadijah menyetujuinya karena Nabi Muhammad telah memiliki pengalaman, dikenal jujur, serta dianggap mampu menjaga amanah.

Ketika menjalankan pekerjaannya, Nabi Muhammad pun mempertahankan reputasi tersebut. Beliau dikenal sangat jujur dalam berdagang. Sikap itu membuat para pembeli percaya sehingga barang dagangan yang dibawanya laku keras.

Resit Haylamaz dalam Khadija: The First Muslim and the Wife of the Prophet Muhammad (2007) menyebut Khadijah merasa bangga dengan kinerja Nabi Muhammad. Ia mengetahui bahwa keuntungan perdagangan meningkat ketika Nabi Muhammad yang menjalankan aktivitas dagang tersebut.

Kinerja itulah yang kemudian membuat Khadijah semakin menyukai Nabi Muhammad. Hubungan keduanya akhirnya tidak berhenti sebagai hubungan antara majikan dan pekerja. Pada 595 M, Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah. Setelah menikah, Nabi Muhammad tetap membantu aktivitas bisnis istrinya dan ikut memastikan perdagangan berjalan dengan baik.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa sebelum menjadi rasul, Nabi Muhammad telah melalui perjalanan panjang sebagai seorang pekerja. Ia membangun kepercayaan bukan dengan banyak bicara, melainkan melalui pengalaman, kejujuran, tanggung jawab, dan amanah.

Teladan tersebut juga berkaitan dengan bagaimana Islam memandang hubungan antara pekerja dan pemberi kerja. Ketika telah menjadi Rasul, Nabi Muhammad pernah berkata, "Bayarlah upah pekerja sebelum keringatnya kering."

Pesan tersebut menggambarkan pentingnya menghargai jerih payah pekerja dan tidak menunda hak mereka.

Dari kisah kehidupan Nabi Muhammad sebelum kenabian, ada sejumlah teladan yang dapat diterapkan dalam dunia kerja, yakni membangun reputasi sejak awal, menjaga kejujuran, menjalankan amanah, serta memberikan hasil terbaik dari pekerjaan yang dipercayakan.

Dengan rekam jejak seperti itu, bukan hanya kepercayaan atasan yang bisa diperoleh. Daya tawar seorang pekerja juga dapat meningkat, termasuk ketika berbicara mengenai upah dan tanggung jawab yang lebih besar.

(mfa/mfa)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |