Gunung Raksasa di Eropa Meletus, 1 Kota Hilang-2.000 Orang Tewas

3 hours ago 2
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Gunung berapi raksasa di Eropa pernah meletus dahsyat hingga mengubur sebuah kota dan menewaskan sekitar 2.000 orang. Yang membuat tragedi ini mengerikan, sebagian besar korban diperkirakan tewas hanya dalam waktu sekitar 15 menit.

Bencana tersebut terjadi pada 24 Agustus tahun 79 Masehi atau tepat hari ini 1.2947 tahun lalu. Gunung raksasa tersebut adalah Vesuvius di Italia yang mengubur Kota Pompeii.

Mengutip situs History, Pompeii sebenarnya merupakan kota makmur. Kota ini memiliki pasar, kawasan bisnis, hingga pelabuhan yang ramai. Pertanian juga berkembang pesat karena tanah di sekitar Vesuvius sangat subur.

Namun, kehidupan masyarakat Pompeii berada sangat dekat dengan ancaman aktivitas tektonik dan vulkanik. 

Naskah kuno Romawi mencatat wilayah tersebut kerap diguncang gempa. Warga Pompeii pun sudah terbiasa merasakan getaran akibat aktivitas Vesuvius. Gempa besar pada 62 Masehi bahkan menyebabkan kerusakan parah di sejumlah bagian kota.

Meski begitu, tidak ada yang menyangka serangkaian gempa tersebut menjadi pertanda bencana yang jauh lebih besar. Sampai akhirnya, bencana besar terjadi pada 24 Agustus 79 Masehi. Gunung Vesuvius meletus dahsyat.

Salah satu saksi, yakni filsuf Plinius yang melihat dari jarak sekitar 60-an Km menyaksikan letusan Vesuvius menghasilkan kolom erupsi yang menjulang tinggi ke langit. 

Dalam catatannya, Plinius menggambarkan awan letusan berbentuk seperti pohon pinus raksasa. Tak lama kemudian, batu apung dan abu mulai berjatuhan.

"Di luar pun terdapat bahaya berupa jatuhan batu-bongkahan batu apung yang ringan dan telah hangus terbakar," tulis Plinius.

Material vulkanik kemudian terus menghujani Pompeii. Sampai akhirnya, abu vulkanik tersebut menghujani satu kota hingga menutupi semua daratan. Sejak saat itulah, kota Pompeii hilang dari peta dan terhapus dari catatan sejarah. 

Sampai akhirnya, kota itu baru ditemukan kembali pada tahun 1748 atau 17 abad kemudian. Mengutip The Guardian, belakangan terungkap jika bencana letusan tersebut berlangsung sangat dahsyat dan singkat. 

Para peneliti dari Departemen Ilmu Bumi dan Geo-lingkungan Universitas Bari, Institut Geofisika dan Vulkanologi Nasional (INGV), serta British Geological Survey mengungkap, letusan Vesuvius mengeluarkan awan gas dan abu vulkanik dalam skala besar hingga bisa menyelimuti kota dalam waktu 15 menit. Dalam kondisi tersebut, penduduk diprediksi tak bisa menyelamatkan diri. 

Menurut tim peneliti, tercatat sekitar 2.000 orang diperkirakan tewas. 

"Awan mematikan itu memiliki suhu lebih dari 100 derajat dan terdiri dari CO2, klorida, partikel abu pijar, dan kaca vulkanik. Kehidupan di kota berakhir dalam 15 menit," kata Roberto Isaia, peneliti senior Observatorium Vesuvius INGV, dikutip dari The Guardian.

Ketika ditemukan kembali, tim arkeologi memang menemukan jejak bangunan, jalan, dan tulang belulang yang terkubur dalam timbunan vulkanik. Kini, Gunung Vesuvius masih berstatus sebagai gunung api aktif.

Meski kini berada dalam kondisi tenang, sejarah Pompeii menunjukkan bahwa jutaan penduduk di Italia modern bisa berubah karena bencana letusan gunung berapi. 

(mfa/mfa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |