Mantan Kepala BNI Aek Nabara Tersangka Penggelapan Dana Paroki Rp28 M

6 hours ago 1
Medan

18 Maret 202618 Maret 2026

Mantan Kepala BNI Aek Nabara Tersangka Penggelapan Dana Paroki Rp28 M Direktur Dit Reskrimsus Poldasu Kombes Rahmat Budi Handoko didampingi Kabid Humas Kombes Ferry Walintukan memberi keterangan, Rabu (18/3/2026). Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar perkara kasus tersebut, kemarin.

Direktur Dit Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol. Rahmat Budi Handoko kepada wartawan, Rabu (18/3/2026) mengatakan, dalam kasus itu Gereja Paroki kehilangan dana tabungan Credit Union (CU) sebesar Rp28 miliar.

“Modus kejahatan dilakukan tersangka AH dengan menawarkan produk BNI Deposito Invesment kepada pihak Gereja Paroki Aek Nabara sejak 2019 dengan bunga sebesar 8 persen,” sebutnya didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan.

Namun ternyata produk BNI Deposito Invesment itu fiktif. “Oleh Pimpinan BNI Rantau Prapat kasus produk BNI Deposito Invesment fiktif itu dilaporkan ke Polda Sumut pada 26 Februari 2026, sebab tidak pernah membuat produk tersebut,” kata Rahmat.

Dari hasil gelar perkara dilakukan penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut pada 13 Maret 2026, menetapkan AH sebagai tersangka.

“Berdasarkan pemeriksaan, tersangka telah menggelapkan uang deposito itu untuk kepentingan pribadi bersama istrinya,” ujar Rahmat.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, AH diketahui kabur ke Australia melalui Bali pada 28 Februari 2026.

Sebelum penetapan tersangka, AH sudah terlebih dahulu mengajukan pengunduran diri atau pensiun dini sebagai pimpinan Kantor Kas BNI Cabang Aek Nabara.

“Saat ini penyidik tengah melakukan pengejaran terhadap tersangka,” ujarnya mengatakan pihaknya tengah mengajukan penerbitan Red Notice ke Hubinter Polri.(id146)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |