Malaysia Umumkan Tak Ada Open House Idul Fitri 2026 Pemerintah-BUMN

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Malaysia telah memutuskan bahwa semua kementerian, badan pemerintah, dan perusahaan terkait pemerintah tidak akan mengadakan perayaan open house Idul Fitri di 2026. Ini sebagai bagian dari upaya untuk mendorong "pengeluaran yang lebih bijaksana" di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim mengatakan keputusan tersebut disepakati dalam rapat Kabinet Rabu. Inidimaksudkan untuk menandakan perlunya disiplin fiskal yang lebih besar di seluruh sektor publik.

"Sebagai tanda bahwa kepemimpinan harus mulai mengambil langkah-langkah yang lebih positif, saya telah memutuskan bersama Kabinet bahwa semua badan pemerintah, BUMN, dan dan perusahaan terkait BUMN, tidak akan menyelenggarakan perayaan open house Idul Fitri," katanya pada konferensi pers khusus, yang disiarkan langsung di halaman Facebooknya, diberitakan pula oleh Bernama dan Malay Mail, Kamis (12/3/2026).

"Ini mengirimkan pesan bahwa pengeluaran harus lebih bijaksana dan moderat," tambahnya.

Anwar mengatakan langkah ini diperlukan meskipun pasokan barang-barang penting Malaysia seperti minyak dan gas tetap stabil untuk saat ini. Ia mengatakan pemerintah lebih memilih untuk mengambil tindakan pencegahan dini daripada mengambil risiko tidak siap jika situasi global memburuk.

"Ini adalah langkah yang bijaksana agar kita tidak terjebak dalam situasi yang lebih parah di kemudian hari. Lebih baik bagi kita untuk mengadopsi pendekatan yang lebih moderat dan bertanggung jawab," ujarnya lagi.

Selain itu, Anwar mengatakan para menteri, pejabat pemerintah, dan departemen juga akan menghadapi pembatasan perjalanan ke luar negeri. Ia mengatakan kunjungan ke luar negeri hanya akan diizinkan untuk pertemuan yang sudah dijadwalkan dan dianggap penting.

"Para menteri dan seluruh administrasi, termasuk departemen pemerintah, akan dibatasi perjalanan ke luar negerinya, kecuali untuk pertemuan yang sudah dijadwalkan dan wajib dihadiri," tegasnya.

Anwar menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan global secara cermat. Terutama karena ketegangan geopolitik baru-baru ini telah mengganggu pasar energi global.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |