Mahasiswa STIKES Siti Hajar Bangun Gerai Kesehatan Komunitas, Desa Babo Bangkit Pascabanjir 2025

3 hours ago 4
AcehMedanNusantara

19 Februari 202619 Februari 2026

Mahasiswa STIKES Siti Hajar Bangun Gerai Kesehatan Komunitas, Desa Babo Bangkit Pascabanjir 2025

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

Aceh Tamiang (Waspada id); Selama 20 hari penuh, sejak 29 Januari hingga 17 Februari 2026, sebanyak 55 mahasiswa STIKES Siti Hajar Medan turun langsung ke Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka bukan sekadar melakukan praktik lapangan, melainkan menggerakkan pemulihan kesehatan masyarakat pascabanjir melalui inovasi Gerai Kesehatan Komunitas.

Program ini merupakan bagian dari skema nasional Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra, dengan judul “Pemberdayaan Posyandu dan Karang Taruna Berbasis Mahasiswa melalui Gerai Kesehatan Komunitas dalam Pemulihan Kesehatan Pascabanjir di Desa Babo Kabupaten Aceh Tamiang.”

Banjir besar yang melanda Desa Babo pada November 2025 menyisakan persoalan serius: gangguan sanitasi, meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan, hingga keluhan nyeri dan keterbatasan gerak pada kelompok lansia. Data awal menunjukkan sekitar 68 persen rumah tangga terdampak mengalami gangguan sanitasi, disertai meningkatnya keluhan kesehatan terutama gangguan fisik. Melihat kondisi tersebut, tim dosen dan mahasiswa merancang Gerai Kesehatan Komunitas sebagai model layanan kesehatan berbasis masyarakat yang fleksibel dan berkelanjutan 

Gerai Kesehatan Komunitas ini tidak berdiri sebagai bangunan baru, melainkan sistem layanan yang memanfaatkan fasilitas desa dan mengintegrasikan skrining kesehatan, edukasi PHBS, serta pendampingan pemulihan fungsi fisik sederhana berbasis fisioterapi.

Selama pelaksanaan, 55 mahasiswa Stikes Siti Hajar menjalankan peran terstruktur, mulai dari pemetaan masalah, penyusunan modul edukasi, hingga operasional layanan kesehatan di lapangan. Mereka bekerja berdampingan dengan Posyandu Mawar Peduli dan Karang Taruna Desa Babo, memperkuat kapasitas kader dan pemuda sebagai relawan kesehatan komunitas. Selain itu mahasiswa juga turut membantu pelaksanaan kegiatan di Sekolah Darurat yang ada di Desa Babo.

Hasilnya, layanan kesehatan yang sempat menurun pascabanjir kembali aktif secara rutin. Kader Posyandu kini memiliki instrumen skrining, modul edukasi, serta panduan operasional gerai. Karang Taruna pun bertransformasi menjadi agen edukasi kesiapsiagaan bencana di tingkat desa. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi risiko bencana berulang.

Program ini tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Selama 20 hari, mereka menjalani proses pengabdian intensif yang terstruktur, memperkuat kompetensi profesional sekaligus kepekaan sosial.

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah membiayai dan mendukung penuh pelaksanaan program ini melalui skema pengabdian kompetitif nasional tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting lahirnya inovasi berbasis mahasiswa yang berdampak langsung di tengah masyarakat.

Gerai Kesehatan Komunitas Desa Babo kini menjadi contoh nyata bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup dengan bantuan sesaat. Dibutuhkan sistem, pemberdayaan, dan keterlibatan generasi muda. Dari desa kecil di Aceh Tamiang, semangat kolaborasi ini berpotensi menjadi model nasional dalam membangun masyarakat tangguh dan sehat pascabencana(id12)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |