Direktur RSUD-TP Abdya dr Ismail Muhammad SpB. Kamis (19/3).Waspada.id/Syafrizal
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BLANGPIDIE (Waspada.id): Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sekaligus libur nasional dan cuti bersama, UPTD Rumah Sakit Umum Daerah-Teungku Peukan (RSUD-TP), Aceh Barat Daya (Abdya), menetapkan penyesuaian layanan medis (yanmed), dengan menutup sementara Poli Rawat Jalan.
Kebijakan ini berlaku mulai Rabu (18/3) lalu, hingga Selasa (24/3) mendatang. Layanan poli akan kembali beroperasi normal pada Rabu (25/3) mendatang.
Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari manajemen pelayanan terpadu, dalam menghadapi dinamika kebutuhan kesehatan masyarakat, selama periode libur panjang.
Meski layanan poli dihentikan sementara, Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi 24 jam tanpa henti, sebagai garda terdepan dalam menjamin akses layanan kesehatan, yang cepat, responsif dan profesional.
Direktur RSUD-TPAbdya, dr Ismail Muhammad SpB Kamis (19/3) menegaskan, kesiapan layanan kegawatdaruratan merupakan bentuk komitmen institusi, dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas saat Lebaran. “Periode Idul Fitri, identik dengan lonjakan aktivitas perjalanan dan perubahan pola hidup. Ini berpotensi meningkatkan risiko kesehatan, mulai dari kelelahan, gangguan metabolik, hingga kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kami memastikan IGD tetap siaga penuh, dengan dukungan tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Pihaknya menekankan pentingnya kesadaran masyarakat, dalam menjaga kesehatan secara mandiri, sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. “Pengendalian pola makan menjadi kunci. Konsumsi makanan tinggi lemak, gula dan garam perlu dibatasi. Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kualitas istirahat dan tidak memaksakan diri, saat melakukan perjalanan jauh. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Dalam konteks pelayanan berkelanjutan, RSUD-TP juga memastikan bahwa pasien dengan kebutuhan obat rutin, atau penyakit kronis tetap mendapatkan akses layanan. Selama masa libur, pengambilan obat dapat dilakukan melalui IGD, dengan mekanisme pemeriksaan oleh dokter jaga serta penerbitan resep sesuai indikasi medis. “Kami menjamin kontinuitas terapi pasien tetap terjaga. Tidak boleh ada jeda dalam pengobatan, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis. Ini adalah bagian dari tanggung jawab profesional kami,” tegas dr Ismail.
Ia juga mengingatkan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kondisi darurat kesehatan di rumah, termasuk pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak dan penderita penyakit kronis. “Segera manfaatkan layanan IGD jika mengalami kondisi darurat. Penanganan dini akan sangat menentukan keselamatan pasien,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, dr. Ismail mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri, sebagai ruang untuk memperkuat budaya hidup sehat. “Lebaran adalah momentum kebersamaan dan kebahagiaan. Namun, kesehatan tetap menjadi fondasi utama. Mari rayakan dengan bijak, menjaga diri, keluarga dan lingkungan, agar tetap sehat, aman dan produktif,” pungkasnya.(id82)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































