Korea Selatan Terancam Krisis Kantong Plastik, Ada Apa?

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan terancam mengalami krisis kantong plastik. Federasi Koperasi Industri Plastik Korea (Korea Federation of Plastics Industry Cooperatives) menyebut bahwa pasokan produk plastik dan vinil untuk seluruh Korea mulai terganggu akibat rantai pasok global untuk bahan baku naphtha yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah.

Melansir The Korea Herald, para pelaku usaha saat ini mulai menghadapi tekanan berat dalam proses produksi. Terdapat hambatan logistik internasional yang memaksa para pemasok petrokimia untuk menyesuaikan jadwal dan volume pengiriman bahan baku ke pabrik-pabrik domestik.

Sebanyak 71% dari 37 perusahaan yang disurvei melaporkan telah menerima pemberitahuan dari pemasok petrokimia mengenai potensi pengurangan atau penangguhan pengiriman resin sintetis.

Selain menghadapi pembatasan volume pengiriman, industri plastik di Korea Selatan juga harus bersiap menanggung lonjakan biaya operasional. Mayoritas perusahaan yang disurvei mengaku sudah mendapatkan peringatan awal mengenai kenaikan harga dari pihak supplier akibat krisis di Timur Tengah tersebut.

Federasi tersebut mencatat sekitar 92% pelaku industri mengatakan telah diberitahu tentang kenaikan harga untuk bahan baku.

Sebagai informasi, naphtha merupakan bahan kimia turunan minyak bumi yang menjadi komponen paling krusial dalam pembuatan produk plastik dan vinil. Bahan baku tersebut digunakan secara luas untuk memproduksi berbagai barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari kantong sampah, kemasan makanan, hingga botol polietilena tereftalat (PET).

Ketidakpastian pasokan bahan baku di tingkat industri tersebut pada akhirnya memicu reaksi langsung di tingkat masyarakat. Kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan barang di pasaran telah mendorong sejumlah konsumen di Korea Selatan untuk mulai memborong dan menimbun produk-produk plastik, khususnya kantong sampah kota.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |