Korban Banjir Dirikan Tenda di Kantor Bupati Bireuen, Tuntut Tempat Tinggal yang Layak

3 hours ago 2
Aceh

12 Maret 202612 Maret 2026

Korban Banjir Dirikan Tenda di Kantor Bupati Bireuen, Tuntut Tempat Tinggal yang Layak Sejumlah korban banjir sedang mendirikan tenda darurat di halaman samping Kantor Bupati Bireuen, Kamis (12/3).Waspada.id/Fauzan

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BIREUEN (Waspada.id): Lima Kepala Keluarga (KK), Korban banjir bandang dan longsor warga Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mendirikan tenda di halaman samping kantor Bupati Bireuen, Kamis (12/3).

Aksi yang dilakukan oleh mereka tersebut, sebagai bentuk protes sekaligus menuntut pemerintah daerah agar segera menyediakan tempat tinggal yang layak atau hunian sementara (huntara) bagi korban banjir yang hingga kini masih tinggal di tenda darurat yang tidak diketahui sampai kapan berakhir berteduh.

“Kami datang kemari mendirikan tenda di depan Kantor Bupati Bireuen, menuggu bupati bila permintaan kami dipenuhi baru kami kembali pulang. Tidak ada perbedaan kami tidur sana dan sini karena sama-sama di bawah tenda juga. Lebih baik di sini karena ada pohon di atasnya. Dari pada di sana di bawah terik matahari,” kata korban banjir Suratin.

Dijelaskan Suratin, badannya sekarang tidak terasa lagi tidur di atas tanah dengan beralas tikar. Kata dia lagi, sudah tiga bulan lamanya kondisi seperti demikian yang ia rasakan. Bukan itu saja kesedihan menimpa dirinya, melihat buah hati mereka tertidur di bawah ternda darurat, hingga air matanya keluar sendiri, memikirkan keadaan hingga kapan menetap di bawah atap tempat tinggal yang tidak layak tersebut.

“Kami menunggu bupati di sini ingin mempertanyakan kapan dibangun hunian tetap kepada kami seperti yang telah dijanjikan. Karena memang tidak ada rumah lagi kami, bila itu tidak ada, berikanlah hunian sementara, misalnya diberikan jawaban dua-duanya tidak ada, kami langsung kembali dan akan mendirikan sendiri dengan pohon bambu,” jelas Suratin.

“Kami kemari lima kepala keluarga dan itu atas kesadaran kami pribadi dan kami ini korban banjir mempunyai hak meminta tempat tinggal yang layak, tidak sanggup lagi tinggal di tenda darurat, sudah tiga bulan lamanya, tidak sanggup lagi kami bersabar,” harap korban banjir Suratin diiyakan oleh beberapa korban lainnya. (id73)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |