Komputer Tidak Laku, Pedagang Pasrah Jualan Laptop Makin Susah

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri komputer mengalami tekanan, imbas krisis kelangkaan chip memori global akibat ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Firma riset IDC melaporkan pengapalan komputer pribadi (PC) anjlok 4,9% secara tahun-ke-tahun (YoY) pada kuartal-II (Q2) 2026 menjadi 68,2 juta unit.

Angka tersebut mencerminkan penurunan pasar PC setelah sembilan kuartal berturut-turut mencatat pertumbuhan. Selain krisis chip memori yang membuat biaya komponen makin mahal, faktor lain yang dinilai menyebabkan kelesuan pasar PC adalah isu geopolitik yang mengguncang ekonomi dunia.

"Inti persoalannya di sini adalah ketidakselarasan antara jumlah unit dan nilai pendapatan. Volume pengiriman menurun, namun pendapatan justru meningkat karena para vendor menerapkan kenaikan harga lebih cepat daripada laju penurunan permintaan," kata Jitesh Ubrani, Research Director untuk Perangkat Konsumen di IDC, dikutip dari FoneArena, Jumat (10/7/2026).

Ubrani mengatakan krisis kelangkaan chip memori diprediksi tidak akan mereda hingga awal 2028 mendatang. Menurutnya, kondisi makro ekonomi yang memburuk dan siklus penarikan maju inventaris dapat menyebabkan perlambatan tajam dalam tingkat pertumbuhan selama paruh kedua 2026.

Para pabrikan komputer pribadi, termasuk laptop, juga sudah bersiap menaikkan harga jual pada 2027 mendatang. Sementara itu, pihak distributor mulai mengkhawatirkan tingginya tingkat inventaris untuk produk-produk dengan kisaran harga yang lebih tinggi.

IDC mengatakan tekanan biaya yang berkelanjutan akibat kelangkaan chip memori dapat memengaruhi siklus pembaruan PC secara lebih luas, bahkan di tengah meningkatnya minat terhadap pemrosesan AI pada perangkat (on-device AI), seiring dengan naiknya biaya komputasi cloud.

Perusahaan tersebut juga menyoroti berlanjutnya konsolidasi vendor, di mana merek-merek besar seperti Apple, Dell, dan Lenovo memanfaatkan skala operasi mereka di berbagai lini bisnis terkait, termasuk HP dan server, untuk mengamankan pasokan memori serta menekan pesaing yang lebih kecil.

"Seiring dengan kondisi pasar yang terus memburuk, manajemen rantai pasokan makin krusial. Pabrikan-pabrikan besar dengan daya beli tinggi dan jaringan rantai pasokan yang kuat, berada pada posisi yang lebih menguntungkan ketimbang pesaing-pesaing yang lebih kecil," kata VP Perangkat Konsumen IDC, Jean Philippe Bouchard.

Dalam jejeran 'Top 5' pabrikan PC, hanya Apple dan Asus yang berhasil mencatat pertumbuhan. Tiga pabrikan lainnya yang menyabet peringkat pertama (Lenovo), kedua (HP), dan ketiga (Dell), mengapalkan produknya dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Apple yang berada di peringkat keempat, berhasil mencatat pertumbuhan pengapalan 10,1% YoY pada Q2 2026. Sementara Asus tumbuh tipis 0,2% YoY sepanjang Q2 2026, dan berada pada urutan kelima. Berikut daftar selengkapnya:

Perusahaan Pengapalan Q2 2026 Market Share Q2 2026 Pertumbuhan YoY
Lenovo 16,6 juta 24,4% -2,1%
HP Inc 13,0 juta 19,1% -9,0%
Dell Technologies 9,3 juta 13,6% -5,0%
Apple 6,7 juta 9,9% 10,1%
Asus 5,0 juta 7,4% 0,2%
Lainnya 17,5 juta 25,7% -10,5%
Total 68,2 juta 100,0% -4,9%

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |