Kolam BBI Dinas Perikanan Agara Memprihatinkan

2 hours ago 3
Aceh

16 Februari 202616 Februari 2026

Kolam BBI Dinas Perikanan Agara Memprihatinkan Beberapa warga tengah memotong rumput makanan ternak di kolam ikan BBI Lawe Bekung yang telah lama mengering. Waspada.id/Seh M. Amin

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

KUTACANE (Waspada.id): Sejumlah warga mempertanyakan, pengelolaan kolam balai benih ikan Dinas Perikanan Aceh Tenggara, yang terkesan diabaikan.

Pasalnya, sebagian besar kolam BBI yang terletak di kute Lawe Bekung tersebut, menyemak dan mengering tak terawat.

Pantauan Waspada.id, dari puluhan petak kolam ikan yang ada di Balai Benih Ikan Lawe Bekung, hanya beberapa petak saja berisi air dan ikan berbagai ukuran.

Bahkan, beberapa petak kolam balai benih ikan yang telah mengering dan ditumbuhi rerumputan tersebut, dijadikan beberapa warga untuk mengambil rumput bagi makanan ternak sapi.

Abdullah Ganis, salah seorang warga Kutacane mengatakan, miris dan kecewa melihat kondisi kolam balai benih ikan milik Pemkab Agara tersebut.

Selain mengering dan tak berfungsi, sebagian lagi ditumbuhi rerumputan dan dijadikan warga sebagai tempat mengambil rumput sebagai pakan ternak.

Kolam BBI ini, dibangun dengan biaya yang sangat besar. Selain untuk memenuhi stok kebutuhan ikan tawar, juga bertujuan untuk tempat pembenihan ikan berbagai jenis.

Namun, sayangnya jangankan untuk mengamankan kebutuhan induk ikan air tawar dan pendederan ikan, merawat dan mengisi air ke kolam ikan BBI saja, pihak Dinas Perikanan terlihat tak mampu.

Kolam ikan BBI Dinas Perikanan Agara menyemak, pertanda tak dirawat.

Menurut sumber, kondisi mengering dan tak berfungsinya sebagian besar kolam ikan di BBI itu, telah berlangsung lama dan kondisi tersebut terkesan sengaja dibiarkan pihak Dinas Perikanan.

Padahal, bila dirawat dan diberdayakan, kolam ikan Balai Benih Ikan air tawar Lawe Bekung tersebut, bisa menghasilkan dan menambah pendapatan bagi daerah.

Jupri Yadi, salah seorang aktivis di Kutacane menimpali, terbengkalainya beberapa petak kolam ikan air tawar di BBI Lawe Bekung itu, merupakan gambaran nyata jika Kadis Perikanan tak mampu memenej dan memimpin dinas Perikanan Agara.

Pasalnya, kolam ikan sejak lama telah ada, namun mengelolanya saja tak mampu. Bahkan banyak kolam ikan yang kering, kosong, menyemak dan sebagain berubah fungsi menjadi tempat warga mengambil rumput untuk pakan ternak.

Kondisi yang memprihatinkan tersebut, jelas sangat bertolak belakang dengan julukan daerah mina politan bagi Aceh Tenggara yang terkenal sebagai penghasil ikan air tawar di Aceh tersebut.

Karena tak mampu mengelola dan mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, Bupati dan Wabup hendaknya mengevaluasi kinerja Kadis Perikanan Agara, bahkan jika perlu menempatkan figur yang tepat menakhodai dinas Perikanan Agara.

“Jika perlu cari dan percayakan pada figur dari sarjana perikanan yang berpengalaman,” saran Jupri Yadi yang juga Ketua LSM Tipikor tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Agara, Firmansyah S. TTP kepada Waspada.id, Minggu (15/2) membenarkan banyaknya petak kolam di Balai Benih Ikan Lawe Bekung yang kosong dan kering.

Saluran intake untuk kolam, rusak akibat banjir beberapa waktu yang lalu, lanjut Firman, perbaikan kerusakan saluran sudah diusulkan ke pemerintah provinsi dan pusat, namun sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya.

Untuk pemeliharaan sarana lain terbatas, berhubung anggaran sangat minim, sedangkan gaji tenaga teknis dan tenaga layanan dasar BBI juga tidak terbayarkan selama 3 bulan di 2025.

Sementara Indukan Ikan, terpaksa dipindahkan ke kolam yang lain. Sementara untuk kegiatan tahun 2026 di dinas perikanan ada melalui dana pokok pikiran dewan.(id79)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |