Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional bertema "Generasi Emas Bangsa Cerdas Polbangtan Medan" pada Sabtu (15/2) di Aula kampusnya.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional bertema “Generasi Emas Bangsa Cerdas Polbangtan Medan” pada Sabtu (15/2) di Aula kampusnya.
Kegiatan ini bertujuan menguatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sekaligus menyemai semangat untuk berkontribusi pada pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Lomba yang diselenggarakan oleh Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Polbangtan Medan bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Pertanian dan Perikanan Indonesia (IMPPI) Regional Medan diikuti oleh delapan tim terseleksi antara lain dari Universitas Negeri Semarang, Universitas Prima Indonesia, Polbangtan Yoma, Polbangtan Medan dan Universitas Sumatera Utara.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan dukungan terhadap kegiatan ini mengingat peran strategis generasi muda dalam pembangunan pertanian modern.
“Generasi muda adalah energi baru yang dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan dan kemandirian pangan Indonesia,” ujarnya.
Seperti yang pernah disampaikannya dalam acara dialog pemuda tani beberapa waktu lalu. Ia juga menegaskan bahwa penghargaan itu sebenarnya sebuah pesan yang menyampaikan kepada kita, bahwa ada sesuatu yang telah diupayakan secara maksimal dengan penuh kesungguhan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti juga menyoroti pentingnya kegiatan semacam ini dalam mempersiapkan calon pemimpin sektor pertanian.
“Mahasiswa Polbangtan merupakan kandidat petani milenial dan kewirausahaan muda pertanian terdidik yang menjadi harapan bangsa dan negara,” katanya.
“Mulai saat ini harus kita didik dan mempersiapkan serta menggenjot mental, ilmu, keterampilan, agar mereka menjadi petani yang terampil, tangguh dan profesional,” tambahnya.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap dalam sambutannya menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta. “Lebih baik berhenti sekolah daripada berhenti belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pesan tersebut selaras dengan tema kegiatan yang menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemampuan berpikir kritis sebagai fondasi generasi emas bangsa.
Kompetisi berlangsung dinamis dengan adu argumentasi yang tajam dan berbasis data. Dewan juri yang terdiri atas akademisi berpengalaman, yakni Nova Pitdianti, Meminta Br Pegangin Angin dan Alna Putri Syahresan Silalahi melakukan penilaian secara objektif berdasarkan ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, serta teknik penyampaian.
Berdasarkan hasil penilaian juri, Tim Bismillah dari Universitas Negeri Semarang berhasil meraih Juara I. Juara II diraih Tim Logos No Shenshi dari Universitas Prima Indonesia dan Juara III diraih Tim Next Level dari Polbangtan Medan.
Melalui kegiatan ini, Polbangtan Medan berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Ajang ini juga menjadi sarana mempererat jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi di tingkat nasional, sekaligus mempersiapkan talenta muda untuk mendukung transformasi pertanian menuju era emas. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































