Halim Haryanto/Tony Gunawan Ketika Menjadi Juara All England 2001. Waspada.id/Ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
Oleh: Indra Efendi Rangkuti
Dunia bulutangkis Indonesia pernah memiliki ganda putra tangguh yang berjaya pada akhir dekade 90-an dan awal 2000-an. Pasangan tersebut adalah Tony Gunawan/Halim Haryanto.
Bahkan pada 2001 Tony/Halim bersama rekannya Candra Wijaya/Sigit Budiarto adalah pasangan terkuat dunia.Keduanya silih berganti menjadi Juara di turnamen – turnamen yang mereka ikuti.
Tony Gunawan kelahiran Surabaya 9 April 1975 awalnya dipasangkan dengan Rudi Wijaya.Sempat berkibar pada 1995 ketika menaklukkan seniornya yang juga ganda terbaik dan terkuat dunia saat itu Ricky A.Soebagdja/Rexy Mainaky di Indonesia Open 1995 namun kemudian penampilan mereka kerap turun naik.Tony Gunawan kemudian diduetkan dengan Victo Wibowo pada 1997.
Tony Gunawan/Halim Haryanto Juara Dunia Ganda Putra 2001 Di Sevilla. Spanyol Waspada.id/IstSempat berkibar dengan menjuarai Polish Open 1997 dan French Open 1997 namun kemudian duet Tony/Victo bubar karena Victo Wibowo mundur dari Pelatnas PBSI pada akhir 1997.
Halim Haryanto kelahiran Bandung 23 September 1976 awalnya diduetkan dengan Davis Efraim. Meski dianggap punya prospek dengan tampil bagus di berbagai turnamen namun pasangan ini kerap tidak konsisten dalam prestasi.
Seusai Thomas Cup 1998 dimana Indonesia sukses menjadi Juara, Pelatih Ganda Putra Atik Djauhari dan Herry Iman Pierngadi bersama Direktur Pelatnas Christian Hadinata memutuskan menduetkan Tony Gunawan dengan Halim Haryanto. Dan ternyata duet ini tampil memukau dan mengundang decak kagum. Tony yang jago placing dan permainan di depan net tampil klop dengan Halim yang jago main di belakang dengan Power yang kuat dan smash nematikan.
Keduanya segera mencuri perhatian dengan kesuksesan menjuarai Malaysia Open dan Brunei Open 1998 serta kerap menembus Final. Sayang di saat sedang “Berkibar” pasangan ini harus bubar.
Sigit Budiarto tersandung kasus doping usai menjuarai Singapore Open 1998 dan diskorsing oleh IBF. Akhirnya untuk proyeksi “Emas Olimpiade Sidney 2000” Tony Gunawam diduetkan dengan Candra Wijaya yang tadinya berduet dengan Sigit Budiarto.
Presiden Abdurrahman Wahid Menyalami Halim Haryanto Dan Tony Gunawan Usai Menjadi Juara Dunia 2001. Waspada.id/IstTony Gunawan dan Candra Wijaya sempat berduet di Copenhagen Master 1997 dimana mereka sukses menjafi Juara dan All England 1998 dimana mereka menjadi Runner Up. Dan ketika kembali diduetkan keduanya tampil klop dengan menjuarai Hongkong Open 1998. Akhirnya Duet Candra/Tony sukses nenjadi Juara All England 1999 dan turnamen – turnamen bergengsi lainnya sepanjang 1999 hngga 2000. Pasangan Candra/Tony bahkan menduduki peringkat satu dunia saat itu.
Puncaknya duet Candra/Tony sukses meraih Medali Emas Olimpiade Sidney Tahun 2000.
Halim sendiri walau sempat kecewa namun dengan sportif menerima keputusan ini. Halim kemudian diduetkan dengan Sigit Budiarto usai Sigit bebas dari skorsing. Duet Sigit/Halim juga tampil meyakinkan sepanjang 1999-2000. Sempat nenjuarai Belanda Open 2000 namun akhirnya Sigit/Halim gagal merebut tiket lolos ke Olimpiade 2000.
Seusai Olimpiade 2000 akhirnya pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi bersama Direktur Pelatnas Christian Hadinata mengambil keputusan menduetkan kembali Candra dengan Sigit dan Tony dengan Halim. Walau sempat dikritik para pemerhati bulutangkis karena Candra/Tony sedang “On Fire” namun keputusan tersebut ternyata berbuah manis. Kedua pasangan ini tampil trengginas sepanjang 2001 dengan kerap bergantian menjadi Juara. Bahkan keduanya kerap tampil bersama di Final.
Pasangan Tony/Halim bahkan sukses menjadi Juara dua turnamen bergengsi yaitu All England 2001 dan Kejuaraan Dunia 2001 serta Singapore Open 2001.Chemistry yang terbangun baik antara Tony dan Halim membuat mereka tidak sulit beradaptasi begitu mereka kembali diduetkan.
Aksi Pasangan Tony Gunawan/Halim Haryanto di All England 2001. Waspada.id/IstDi All England Tony/Halim jadi Juara usai menaklukkan Candra/Sigit Dan di Kejuaraan Dunia 2001 menaklukkan ganda kuat Korea Selaran Ha Tae
Kwon/Kim Dong Moon.Hingga Agustus 2001 Candra/Sigit dan Tony/Halim menduduki peringkat satu dan dua dunia saat itu.
Namun seperti halnya tahun 1998 duet Tony/Halim yang sedang “On Fire” harus bubar. Usai SEA Games 2001 Tony Gunawan memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI untuk melanjutkan studi sekaligus berkarir di Amerika Serikat.
Halim walau sedikit kecewa tetapi menerima keputusan rekannya Itu dengan lapang dada. Halim mengakui berat mengakhiri duetnya dengan Tony yang sedang berjaya namun dirinya memaklumi keputusan Tony.
Sempat berduet dengan Luluk Hadiyanto dan Nova Widianto, Halim kemudian diduetkan dengan pemain ganda campuran Tri Kusharjanto dan berperan besar membawa Indonesia meraih Juara Thomas Cup 2002. Keduanya juga sempat melejit dengan tampil meyakinkan di Berbagai turnamen. Bahkan duet Halim Haryanto/Tri Kusharjanto sukses merebut Medali Perunggu Asian Games 2002.
Tony Gunawan sendiri sempat menjadi Juara Kejuaraan Dunia 2005 berduet dengan Howard Bach dengan membawa panji Amerika Serikat setelah menaklukkan Candra Wijaya/Sigit Budiarto di Final.
Sayang di saat Halim menemukan chemistry dengan Tri Kusharjanto, duet ini juga harus bubar. Seusai tampil di All England 2003 Tri Kusharjanto memutuskan fokus di ganda campuran. Keputusan ini sungguh disayangkan pecinta bulutangkis Indonesia saat itu karena keduanya mampu mendampingi duet Candra/Sigit di pentas bulutangkis dunia saat itu.
Setelah Tri Kusharjanto memutuskan fokus di ganda campuran sejak 2003, Halim sempat bergonta-ganti pasangan mulai dari Alvent Yulianto dan terakhir Candra Wijaya.
Aksi Tony Gumawan/Halim Haryanto Di Kejuaraan Dunia 2001 Di Sevilla Spanyol. Waspada.id/IstSeusai gagal meraih tiket lolos Olimpiade Athena 2004 bersama Candra Wijaya dan tampil membela Jawa Barat di PON 2004 Halim memutuskan mundur Dmdari Pelatnas PBSI untuk menyusul Tony Gunawan hijrah Ke Amerika Serikat. Di sana Halim sempat berkarir sebagai pemain. Berduet kembali dengan Tony Gunawan,keduanya sempat Menjuarai German Open 2005,Chinese Taipei Open 2005 dan USA Open 2006. Bahkan pada 2008 Halim sempat tampil menjadi Juara ganda campuran USA Open 2008 Berduet Dengan Peng Yuh.
Seusai mundur sebagai pemain Tony dan Halim menekuni dunia kepelatihan hingga saat ini di Amerika Serikat.
Itulah kiprah singkat kesuksesan dan kejayaan pasangan Tony Gunawan/Halim Haryanto yang pernah membawa kejayaan Bulutangkis Indonesia di pentas Bulutangkis Dunia.
Penulis adalah pemerhati olahraga
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































