Kerjasama Polbangtan Kementan-Aceh Tengah Dorong Regenerasi SDM Pertanian

2 hours ago 1
EkonomiPendidikan

10 Februari 202610 Februari 2026

Kerjasama Polbangtan Kementan-Aceh Tengah Dorong Regenerasi SDM Pertanian Foto bersama usai pertemuan bersama mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan asal Aceh Tengah di kampus Polbangtan Medan, Senin (9/2/2026).

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan tengah membuka pendaftaran mahasiswa baru angkatan 2026/2027. Pendaftaran dibuka sejak 30 Januari 2026. Polbangtan sendiri merupakan kampus di bawah naungan Kementerian Pertanian RI. Pendidikan di sini berfokus pada keilmuan pertanian dan penyuluhan wirausahawan di bidang pertanian (agribisnis).

Pada kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor pertanian sebagai investasi masa depan daerah.

Hal ini ditegaskan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dalam pertemuan bersama mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan asal Aceh Tengah di kampus Polbangtan Medan, Senin (9/2/2026).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak terlepas dari peran SDM yang berkualitas.

“Membangun pertanian dibutuhkan SDM pertanian yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis. Semua insan pertanian, termasuk penyuluh dan mahasiswa pertanian, memiliki peran penting untuk mewujudkannya,” ujar Mentan Andi Amran.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tengah bertransformasi menuju pertanian modern yang memanfaatkan teknologi canggih, dengan harapan mampu mengatasi defisit pangan dan bahkan melakukan ekspor ke depannya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pendidikan vokasi pertanian seperti yang dilakukan Polbangtan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat regenerasi petani.

“Polbangtan dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan,” jelas Idha.

Pada tahun akademik 2026/2027, Polbangtan juga memberikan prioritas hingga 70 persen bagi anak petani sebagai bentuk keberpihakan negara.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, menyampaikan bahwa kerja sama yang terjalin sejak tahun 2025 merupakan bentuk penghormatan dan kepercayaan antara Polbangtan Medan dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

“Kerjasama ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM pertanian agar Aceh Tengah memiliki tenaga yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Aceh Tengah menjadi daerah dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Polbangtan Medan melalui jalur kerja sama, yaitu sebanyak 10 orang. “Ini tidak lepas dari ikatan emosional dan kekeluargaan yang terbangun dengan baik antara institusi dan pemerintah daerah,” kata Dr. Nurliana.

Untuk tahun depan, penerimaan mahasiswa Polbangtan akan mengikuti ketentuan undang-undang melalui jalur ujian perguruan tinggi. Namun, masih ada ruang kerja sama dengan pemerintah daerah melalui kuota tambahan.

“Kami mendorong Polbangtan menjadi sekolah ikatan dinas dan ke depan berupaya menjadi perguruan tinggi kedinasan. Seluruh pembiayaan ditanggung negara, mulai dari pendidikan, asrama, konsumsi hingga kesehatan, dengan biaya sekitar Rp27 juta per mahasiswa per tahun,” jelasnya.

Sebagai informasi, saat ini lebih dari 37 ribu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) telah ditarik oleh Kementerian Pertanian, sementara setiap tahunnya sekitar 1.000 PPL memasuki masa pensiun. Kondisi ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM pertanian nasional.

Dalam arahannya, Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa kualitas SDM adalah kunci utama keberlanjutan pembangunan daerah, khususnya sektor pertanian. Ia mengapresiasi capaian akademik mahasiswa asal Aceh Tengah yang rata-rata memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,5 pada semester awal.

“Kalian adalah generasi emas dan calon penerus kami. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sebagai kebanggaan orang tua dan daerah,” pesannya.

Bupati juga berharap ilmu yang diperoleh dapat dimaksimalkan untuk membangun daerah, terutama dalam mengembangkan potensi pertanian di Gayo Takengon.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Ketua MPD, Sekretaris MPD, Kepala BKPSDM Aceh Tengah, serta mahasiswa Polbangtan Medan asal Aceh Tengah. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |