Jakarta, CNBC Indonesia-PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII masih memiliki kapasitas yang sangat besar untuk memberikan penjaminan berbagai proyek infrastruktur di Indonesia.
Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara DJPPR Kementerian Keuangan Tony Prianto mengatakan, dari setiap Rp 1 penyertaan modal negara (PMN) terhadap perusahaan yang berada di bawah kendali Kemenkeu itu, proyek yang dapat dijaminkan bisa mencapai 12 kali lipat.
"Karena dia memiliki leverage 12 kali. Jadi maksudnya setiap 1 rupiah, PT PII itu dia bisa untuk menjamin 12 nilai proyek. Dengan kita memberikan PMN Rp 1 triliun, bisa menjamin proyek setara Rp 12 triliun," kata Tony dalam program Fiscal Focus CNBC Indonesia, dikutip Kamis (5/3/2026).
Meski kapasitas penjaminan itu sudah besar, Tony memastikan, pemerintah akan terus membuka ruang penjaminan PT PII ke depannya makin lebar. Sebab, APBN juga ia sebut masih memiliki kapasitas untuk menggunakan skema penjaminan bersama alias co-guarantee terhadap proyek infrastruktur demi pembangunan negeri.
"In case ada penugasan di tengah, tiba-tiba masuk, itu pun kita tetap akan melakukan konfirmasi dulu ke PT PII untuk memastikan apakah nanti masih ada tersisa room untuk mereka memberikan penjaminan. Kalaupun room-nya tidak bisa 100% biasanya memang kita tadi co-guarantee dengan pemerintah," kata Tony.
Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), Andre Permana mengatakan, dengan kapasitas penjaminan yang besar itu. Hingga kini pun ruang penjaminan yang telah termanfaatkan belum penuh 100%.
Ia mengatakan, dari total ekuitas yang dimiliki PT PII senilai Rp 17,5 triliun, yang terdiri dari PMN dari pemerintah Rp 10,6 triliun dan sisanya hasil laba baru menghasilkan 60 penjaminan terhadap berbagai proyek senilai Rp 115 triliun.
"Jadi bisa bayangkan uang 17,5 triliun bisa memberikan penjaminan 115 triliun. Ada ada ada daya ungkit ada leverage yang bisa di yang maksimalnya itu ada 12 kali. Posisi sekarang adalah di sekitar angka 6,5 kali. Jadi masih ada ruang, 6,5 sampai ke 12 itu masih ada ruang sebetulnya," tutur Andre.
Oleh sebab itu, Andre memastikan, ruang pemerintah untuk terus menjamin pembangunan proyek melalui PT PII hingga kini masih sangat besar, terutama dengan konsep pembiayaan kreatif tanpa harus menggunakan anggaran negara dalam APBN.
"Jadi PMN itu last resort ya. Jadi sebelum kita minta uang tambahan untuk kapasitas sebetulnya ada beberapa effort yang kita bisa upayakan,' tegas Andre.
(arj/haa)
Addsource on Google

3 hours ago
1
















































