Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, bersama Presidium, pengurus, serta anggota KAHMI Aceh Tamiang. (Waspada.id/Yusri)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
ACEH TAMIANG (Waspada.id): Keluarga Besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Aceh Tamiang terus memperkuat silahturahmi untuk menjaga soliditas roda organisasi.
Fokus utama dari upaya ini adalah melakukan konsolidasi internal agar organisasi tidak hanya menjadi wadah nostalgia, tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi umat dan bangsa.
Dalam momentum bulan Ramadan dan kegiatan buka puasa bersama, tepatnya Sabtu (14/3) sore di Awe Kupi, Jalan Medan–Banda Aceh, Kecamatan Karang Baru, dihadiri oleh Presidium, pengurus, serta anggota KAHMI Aceh Tamiang. Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah kebangsaan yang mengangkat tema,Peran Strategis Intelektual bagi Kemajuan Aceh Tamiang.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail SEI, yang juga merupakan Presidium KAHMI Aceh Tamiang, dalam amanahnya menegaskan, pentingnya peran KAHMI sebagai wadah intelektual dalam memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, KAHMI memiliki potensi besar melalui jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis seperti pemerintahan, akademisi, dan dunia usaha.“Peran KAHMI sangat penting untuk memberikan kontribusi positif dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana hidrometeorologi,”ujarnya seraya mengatakan, kolaborasi pemikiran, gagasan, serta langkah nyata dari para intelektual sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah daerah dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali.
Sementara itu, Koordinator Presidium KAHMI Aceh Tamiang, Muhammad Nasir, ST, MT, dalam sambutannya menekankan bahwa keberadaan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Aceh Tamiang selama ini telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat, terutama saat menghadapi berbagai kondisi darurat.
Ia menyebutkan, bahwa para alumni HMI yang tergabung dalam KAHMI bergerak melalui berbagai lembaga, profesi, dan latar belakang untuk memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Alhamdulillah, banyak alumni HMI yang bergerak secara langsung membantu masyarakat melalui berbagai lembaga dan bidang pengabdian masing-masing. Inilah bukti bahwa semangat pengabdian HMI terus hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang,” ujar Muhammad Nasir.
Ia juga berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial tersebut terus diperkuat sehingga KAHMI dapat menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.
Ketua Panitia kegiatan, Muhammad Wahyudin S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah sekaligus membangun ruang diskusi konstruktif bagi para alumni HMI di Aceh Tamiang.
“Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi Ramadan, tetapi juga menjadi ruang bertukar gagasan dan memperkuat peran intelektual dalam memberikan solusi bagi berbagai persoalan daerah,” ungkapnya.
Meski sederhana, tapi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain tausiyah kebangsaan, kegiatan juga diisi dengan dialog ringan antar anggota yang semakin mempererat hubungan silaturahmi di antara keluarga besar KAHMI Aceh Tamiang.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai inisiatif kolaboratif yang melibatkan para intelektual dan tokoh masyarakat dalam mendukung pembangunan serta pemulihan Aceh Tamiang secara berkelanjutan.(id76)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































