Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas bersama perwakilan Disperindag Sumut dan Satgas Pangan saat melakukan peninjauan langsung kondisi stok dan harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Petisah Medan, Senin (9/3).
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Menjelang Hari Raya Idulfitri, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I bersama Disperindag Sumut dan Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Senin (9/3) pagi.
Sidak yang dimulai pukul 08.00 WIB itu menyasar Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing untuk memantau langsung ketersediaan stok serta stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Dari hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar harga komoditas masih relatif stabil. Bahkan, beberapa di antaranya mulai menunjukkan penurunan, meski tetap berpotensi mengalami fluktuasi menjelang Lebaran.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Petisah, Pasaribu, mengungkapkan harga cabai saat ini turun tipis dibandingkan beberapa waktu lalu. Cabai merah dijual sekitar Rp28.000 per kilogram, cabai rawit Rp18.000 per kilogram, cabai hijau Rp18.000 per kilogram, sementara cabai caplak mencapai Rp60.000 per kilogram.

“Memang ada sedikit penurunan, tapi harga masih bisa berubah sewaktu-waktu. Bisa saja tiga hari lagi naik lagi. Pembeli juga masih belum terlalu ramai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pedagang telur, Habbili. Ia menyebutkan ketersediaan telur ayam masih cukup aman, meski harga mulai merangkak naik dalam sepekan terakhir. Saat ini telur dijual sekitar Rp18.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp17.500 per kilogram.
“Stoknya masih ada, tidak sulit. Tapi memang harga sudah naik sejak seminggu terakhir. Biasanya kalau mendekati Lebaran bisa naik lagi,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah I KPPU yang membawahi wilayah Sumatera Utara, Ridho Pamungkas mengatakan, secara umum harga bahan pokok di pasar tradisional masih terkendali. Bahkan beberapa komoditas, seperti ayam, mengalami penurunan harga.
“Secara umum harga justru cenderung turun. Ayam misalnya, sebelumnya sempat dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, sekarang berkisar Rp45.000. Untuk daging sapi relatif stabil, sementara sayur-mayur dan cabai juga masih tergolong murah,” jelasnya.
Meski demikian, KPPU masih menemukan harga minyak goreng merek Minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Di sejumlah lapak, harga minyak tersebut dijual di kisaran Rp17.500 hingga Rp18.000 per liter.
Ridho menegaskan, pemerintah sebenarnya telah menyediakan alternatif melalui Bulog yang menjual Minyakita sesuai HET. Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh daging beku dengan harga yang lebih terjangkau.
Melihat kondisi tersebut, KPPU mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying menjelang Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panic buying. Dari hasil sidak, kondisi stok dan harga masih relatif aman. Biasanya secara tahunan kenaikan harga baru terjadi sekitar H-3 Lebaran,” pungkasnya. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































