Jalan Salib Peringati Jumat Agung di Siantar jadi Simbol Pengorbanan dan Harapan

5 hours ago 2
Sumut

Jalan Salib Peringati Jumat Agung di Siantar jadi Simbol Pengorbanan dan Harapan Jalan Salib sebagai napak tilas mengenang penderitaan Yesus Kristus serta peneguhan harapan akan kebangkitanNya. (Waspada.id/Diskominfosiantar)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menuturkan Hari Wafatnya Isa Almasih atau Jumat Agung merupakan momen sakral, puncak perenungan kisah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

Peristiwa ini bukan sekadar sejarah, melainkan pengingat mendalam tentang cinta kasih Allah yang tiada tara, pengampunan, ketaatan dan harapan. Hal itu dikatakannya saat menyaksikan Devosi Jalan Salib yang digelar umat Katolik, Jumat (3/4/2026).

“Yesus hadir di tengah masyarakat Kristiani sebagai teladan kasih dan pengampunan yang sempurna,” ujarnya.

Devosi jalan salib dengan tema “Di Balik Kayu Salib Ada Cinta yang Tidak Pernah Habis” diikuti umat katolik di Kota Pematangsiantar. Prosesi dimulai dari Tugu Sang Naualuh Damanik.

“Melalui peringatan Jumat Agung ini saya mengajak kita semua untuk meningkatkan iman dan pengabdian, meneladani semangat pengorbanan Yesus Kristus untuk melayani sesama dengan tulus dan penuh kasih tanpa mengharapkan imbalan dan tidak mendendam kepada siapapun,” tutur Wesly.

Melalui peringatan Jumat Agung, ia berharap dapat membawa damai dan kebaikan, baik di dalam keluarga, lingkungan gereja maupun di tengah-tengah masyarakat Kota Pematangsiantar.

“Jumat Agung mengajarkan kita bahwa kasih melampaui segala perbedaan. Untuk itu mari terus pelihara toleransi, persaudaraan, dan persatuan di kota yang kita cintai ini,” katanya.

Wesly menegaskan, Pemko Pematangsiantar senantiasa mendukung kebebasan beribadah dan menjamin hak asasi warga negara dalam melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing. “Peran aktif umat katolik sangat berarti dalam pembangunan spiritual dan sosial di daerah kita,” tuturnya.

“Semoga pengorbanan Yesus Kristus membawa pembaharuan iman, damai sejahtera dan suka cita bagi kita semua serta mempersiapkan menyongsong kemenangan paskah,” kata Wesly mengakhiri.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Pematangsiantar Daud Simanjuntak berterimakasih pada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan. Wakil Ketua DPRD itu berharap Jalan Salib dimaknai sebagai tanda Yesus disalibkan demi menyelamatkan manusia dari belenggu dosa.

“Menjadi hidup baru sehingga semuanya dapat merasakan suka cita setelah peringatan Jalan Salib ini,” ucapnya.

Jalan Salib itu dihadiri ribuan jemaat, diiringi doa dan nyanyian pujian menggema di sepanjang rute. Pengamanan ketat dari pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan arus lalu lintas tetap terkendali meski antusiasme cukup tinggi. Para peserta memanggul kayu salib secara bergantian. (Ata)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |