FGD Optimalisasi Produksi Emping Jagung: Penerapan Teknologi Inovasi Peralatan di UMKM Emping Jagung 513

2 hours ago 3
Medan

 Penerapan Teknologi Inovasi Peralatan di UMKM Emping Jagung 513 Tim Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPM USU) bersama dengan masyarakat Badan Usaha Milik Desa Bangun Mandiri Bekiung melakukan upaya nyata melalui penerapan program Penerapan Teknologi Inovasi Peralatan. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Desa Bekiung di Kabupaten Langkat dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas pertanian jagung yang menghasilkan produk cemilan berupa emping jagung. Namun pengolahan jagung dilakukan secara manual. Di sisi lain, pengolahan jagung dilakukan secara manual menjadi hambatan dalam mendukung sektor pertanian yang masih menjadi penopang utama ekonomi desa.

Melihat permasalahan tersebut, Tim Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPM USU) bersama dengan masyarakat Badan Usaha Milik Desa Bangun Mandiri Bekiung melakukan upaya nyata melalui penerapan program Penerapan Teknologi Inovasi Peralatan.

Program ini merupakan inovasi sederhana namun efektif dalam mengolah jagung dilakukan secara manual. Penerapan sistem ini tidak hanya membantu mengurangi persoalan pengolahan jagung yang secara manual, tetapi juga menyediakan solusi praktis bagi para masyarakat untuk memperoleh emping jagung dengan kualitas yang baik. Program ini didanai oleh Equity USU dengan nomor kontrak induk: 278/UN5.4.11.K/Kontrak/PM.01.02/2025.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Prof. Dr. Miswar Budi Mulya, S.Si, M.Si, Anggota Ir. Muhammadin Hamid, S.Si., M.Si,, Drs. Nursal, M.Si. dengan mitra luar negeri dari Universiti Putra Malaysia yaitu Prof. Dr. Ahmad Zaharin Aris, CEnv, MRSC, FAPM, FTWAS, FASc dan mitra dalam negeri yaitu Dr. Rita Sintya, ST., MT.  dengan melibatkan empat mahasiswa yaitu: Naufal Sahwa Nughoro, Shafa Masrya Ismaya, Salsabila, Naysa Amanda.

Menurut Prof. Dr. Miswar Budi Mulya, S.Si, M.Si, pada Jumat(3/4) pelaksanaan dimulai dari sosialisasi dengan memberikan pemahaman tentang manfaat pengolahan jagung sebagai bahan baku produksi. Kemudian pelatihan mengenai cara mengolah jagung  menjadi produk bernilai ekonomis. Lalu penerapan teknologi dengan menyediakan alat-alat teknologi tepat guna untuk membantu produksi emping. 

Setelah itu pendampingan dan evaluasi dengan memberikan bimbingan berkala terkait produksi agar kualitas produk tetap terjaga dan mampu bersaing di pasar. Dan keberlanjutan program dengan membantu mitra mendapatkan akses pasar serta menghubungkan mereka dengan mitra usaha dan lembaga pendukung.

Manfaat program ini dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Dari sisi lingkungan, desa menjadi lebih produktif dalam menghasilkan produk berupa emping jagung yang lebih cepat. Dari sisi pertanian, pengolahan jagung dari manual menjadi otomatis sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman. Sedangkan dari sisi ekonomi, masyarakat dapat menghemat biaya produksi dan memperoleh peluang tambahan pendapatan melalui penjualan produk.

Ditambahkan, ke depan, masyarakat berharap pengolahan jagung melalui inovasi peralatan ini dapat dikembangkan dalam skala yang lebih besar dan berkelanjutan. Mereka juga menargetkan pemanfaatan energi terbarukan, khususnya panel surya, untuk mendukung proses produksi pupuk sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Dengan langkah tersebut, Desa Bekiung tidak hanya berhasil mengatasi persoalan lokal, tetapi juga dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang mendukung pertanian berkelanjutan di pedesaan.(id143)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |