Prosesi jalan salib di depan Balai Kota Pematangsiantar, tahun lalu. (Waspada.id/Diskominfosiantar)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Pematangsiantar, Daud Simanjuntak mengajak wali kota turut berperan dalam Perayaan Paskah dan Jalan Salib yang akan digelar pada April mendatang.
Hal itu dikatakannya saat bersilaturahmi ke Balai Kota Jalan Merdeka, Kamis (12/3/2026). “Kami dari LP3KD menyampaikan akan menghelat rangkaian acara jalan salib dan paskah serta dilaksanakan berkolaborasi dengan Pemko Pematangsiantar. Tanggal 19 April 2026 dilaksanakan sekaligus misa. Gotong royong massal juga akan menjadi rangkaian paskah,” ucapnya.
Daud menerangkan, ada lima rangkaian kegiatan yakni gotong royong pembersihan makam katolik di Jalan Farel Pasaribu. Membersihkan lingkungan dan drainase di Jalan Sibolga-Melanthon Siregar-MH Sitorus bersama empat paroki (11 gereja katolik).
Lalu, devosi jalan salib yang menghadirkan perwakilan umat di setiap gereja katolik, yang dimulai dari Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, aksi solidaritas ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pematangsiantar untuk berdoa bersama warga binaan yang beragama katolik. Disusul donor darah dan puncaknya Perayaan Paskah Agung.
Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar itu berharap, Wali Kota Wesly Silalahi berpartisipasi memanggul salib. Jalan salib direncanakan 14 titik pemberhentian hingga titik akhir di Monumen Raja Sang Naualuh Damanik.
Sementara itu, Keuskupan Agung Medan Area Pematangsiantar Pastor Ambrosius Nainggolan berterimakasih atas kolaborasi Perayaan Natal di Tahun 2025 dengan Wesly Silalahi selaku pimpinan Pemko Pematangsiantar. “Umat katolik mendukung seluruh program visi-misi pembangunan umat,” tuturnya.
Terpisah, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi mengatakan saat rangkaian kegiatan ekologi berlangsung ia akan mengerahkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan gotong-royong. Juga akan membantu penuh rangkaian-rangkaian kegiatan kepanitiaan saat momentum acara berlangsung.
Dikatakan, saat ini Pematangsiantar berada di peringkat kelima Kota Toleransi di Indonesia. Ia berharap seluruh pihak berupaya agar peringkatnya semakin baik, bahkan hingga peringkat pertama.
“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, peringkat nilai Kota Toleransi kita meningkat. Kota Pematangsiantar selalu mewakili Sumatera Utara sebagai role model kota toleransi, terlebih sudah meraih peringkat kelima,” katanya.
Wesly mengajak Panitia Perayaan Paskah dan Jalan Salib agar terus mendukung program-program Pemko dalam mewujudkan Kota Pematangsiantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras. (Ata)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































