Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Israel dilaporkan tengah mempersiapkan kemungkinan untuk melancarkan serangan terhadap sistem rudal balistik Iran, sembari menanti lampu hijau dari Amerika Serikat (AS). Kabar ini mencuat di tengah spekulasi luas mengenai apakah Presiden AS Donald Trump akan benar-benar memerintahkan aksi militer terhadap Teheran.
Mengutip sumber internal, lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Rabu (18/2/2026) melaporkan Israel tengah bersiap menghadapi kemungkinan mendapat persetujuan dari Washington untuk menyerang infrastruktur rudal balistik Iran.
Menurut laporan itu, skenario serangan terhadap sistem rudal balistik Iran muncul di tengah perhatian besar terhadap keputusan yang akan diambil Trump terkait Iran. Fokus publik dan kalangan keamanan tertuju pada apakah Gedung Putih akan memberikan restu atas langkah militer tersebut.
Sementara itu, harian Israel Haaretz melaporkan bahwa penilaian terbaru dari lembaga keamanan Israel dalam 24 jam terakhir menunjukkan meningkatnya kemungkinan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Perkiraan tersebut muncul setelah putaran terbaru perundingan antara Washington dan Teheran.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun AS mengenai rencana serangan tersebut, laporan media Israel menggambarkan situasi yang kian dinamis dan penuh ketidakpastian.
Adapun AS telah melontarkan peringatan terbuka agar Teheran segera mencapai kesepakatan dengan Trump.
Peringatan tersebut disampaikan Rabu (18/2/2026) waktu setempat, hanya sehari setelah AS dan Iran menyelesaikan putaran kedua perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman di Jenewa. Jalur diplomasi itu kembali dibuka setelah sebelumnya runtuh akibat eskalasi militer tahun lalu.
"Iran akan sangat bijaksana jika membuat kesepakatan dengan Presiden Trump dan dengan pemerintahannya," kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, dilansir AFP.
(luc/luc)
Addsource on Google

2 hours ago
3
















































