ISPA dan Penyakit Kulit Dominasi Penyakit Pascabanjir Aceh Utara

21 hours ago 4

BANDA ACEH (Waspada.id): Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare menjadi kasus paling banyak ditemukan dalam pelayanan kesehatan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan laporan Emergency Medical Team (EMT) yang diterima Health Emergency Operation Center (HEOC) Aceh, selama bertugas 4–7 Januari 2026, sebanyak sekitar 1.300an warga telah mendapatkan layanan kesehatan yang diberikan oleh tim EMT terpadu Batch V yang dikirim oleh HEOC Dinkes Aceh ke Kabupaten ini.

Pelayanan dilakukan oleh EMT di sejumlah kecamatan, meliputi Baktiya, Tanah Jambo Aye, Langkahan, Seunedon, Lapang, Samudera, Cot Girek, Sawang, hingga ke Babah Buloh.

Plt Kadiskes Aceh selaku Pelaksana Ketua HEOC (Health Emergency Operation Centre) Provinsi Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, Kamis (8/1), mengatakan, layanan diberikan melalui posko kesehatan, fasilitas pengungsian, serta pelayanan mobile ke desa-desa yang sulit dijangkau akibat akses jalan terputus dan genangan banjir.

Tim EMT Terpadu sedang memberikan Pelayanan Kesehatan di bawah tenda kepada warga penyintas banjir di Pucok Alu, Lhokberingen Kec. Tanah Jambo Aye Aceh Utara. (Waspada.id/Ist)

Kata dia, lokasi pelayanan tersebar mulai dari Gampong Alue Ie Tarek Dusun Muda Syik, Pang Bayak Kec. Baktia, Dusun Pante Reusip, Desa Geudumbak Kec. Langkahan, pada hari pertama pelayanan Minggu (4/1). Kegiatan berlanjut hingga Rabu (7/1),di sejumlah titik meliputi Gampong Matang Cempedak, Baktya, Dayah Siratul Huda, Desa Babah Krueng Kec. Sawang, Gampong Biram Cut, Dusun Teungoh Kec.Tanah Jambo Aye, Desa Kuala Kereuto, Kec. Lapang, Pucok Alu, Lhokberingen, Kec. Tanah Jambo Aye, desa Matang Tunong , Kec. Samudra, Desa Abong-Abong, kec. Cot Girek, Desa Paya Teurbang Dusun Syuhada, kec.Samudra, desa Bungong, kec. Pirak Timu, hngga ke Desa Lhok gajah dan Desa Blang Reuling Babah Buloh, Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan Laporan harian yang dikirim via Whatsapps, HEOC mencatat, mayoritas pasien datang dengan keluhan ISPA, diikuti penyakit kulit seperti tinea dan dermatitis, serta diare. Selain itu, ditemukan pula kasus demam (febris), nyeri otot (myalgia), gangguan pencernaan (dispepsia), hipertensi, dan keluhan muskuloskeletal. Pola penyakit ini konsisten di hampir seluruh lokasi pelayanan EMT.

Menurut Ferdi yis, tingginya kasus penyakit tersebut berkaitan erat dengan kondisi lingkungan pascabanjir yang belum pulih. Hasil pemantauan lapangan menunjukkan sanitasi lingkungan yang buruk, keterbatasan air bersih yang layak konsumsi, jamban yang rusak atau bahkan tidak tersedia di lokasi, serta tidak adanya sarana pengelolaan sampah di sebagian besar lokasi yang dituju dan juga permukiman warga.

“Pelayanan EMT Terpadu Batch V ini juga menjangkau wilayah dengan akses sulit, termasuk desa yang harus ditempuh menggunakan perahu dan rakit bambu akibat jalan terputus,” tambahnya.

Di lokasi, anak-anak juga diajak bermain ular tangga edukatif dengan tema PHBS di saat darurat. (Waspada.id/Ist)

Selain pengobatan, tim juga melakukan pemantauan air bersih, jamban, pengelolaan sampah, trauma healing anak, serta pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Tim EMT terpadu ini juga melakukan skrining status gizi balita dan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta trauma healing bagi anak-anak.

Di lokasi, anak-anak juga di ajak bermain ular tangga edukatif dengan tema PHBS di saat darurat. Disela-sela bermain, anak-anak juga di edukasi terkait dengan PHBS, seperti Cuci Tangan Pakai Sabun. Selain itu, kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia tetap menjadi prioritas utama layanan tim EMT Terpadu ini. (id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |