Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa, saat menerima kunjungan delegasi mantan Anggota KPPU Periode I sekaligus Dewan Penasihat ASEAN Competition Institute (ACI), Soy M. Pardede, di Gedung KPPU, Jakarta, baru-baru ini. Pertemuan itu turut dihadiri M. Syarkawi Rauf, Ketua ACI yang juga pernah menjabat sebagai Ketua KPPU pada 2015.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Seiring semakin menguatnya integrasi ekonomi ASEAN, kebutuhan akan penguatan kerja sama persaingan usaha lintas negara kian mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong lahir dan berkembangnya organisasi masyarakat yang berfokus pada isu persaingan usaha agar mampu berperan lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan.
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kebijakan serta penegakan hukum persaingan usaha di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, peran serta masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencapai tujuan Rencana Strategis ASEAN Bidang Persaingan Usaha 2026–2030, yakni mendorong terciptanya pasar yang adil di kawasan (to foster fair markets in the region).
Dorongan tersebut disampaikan Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa, saat menerima kunjungan delegasi mantan Anggota KPPU Periode I sekaligus Dewan Penasihat ASEAN Competition Institute (ACI), Soy M. Pardede, di Gedung KPPU, Jakarta, baru-baru ini. Pertemuan itu turut dihadiri M. Syarkawi Rauf, Ketua ACI yang juga pernah menjabat sebagai Ketua KPPU pada 2015.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peran strategis organisasi masyarakat sebagai institusi pendukung dalam pengembangan kebijakan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang persaingan usaha, khususnya di kawasan ASEAN.
Ketua KPPU menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung kerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang persaingan usaha. KPPU mencatat, saat ini telah berkembang sejumlah organisasi masyarakat di Indonesia yang fokus pada isu tersebut, di antaranya AMCO, FCN, ICLA, hingga FDPU.
Melalui ACI—institut yang diinisiasi sejak 2008 untuk kepentingan Indonesia dan Asia Tenggara—KPPU menilai kontribusi organisasi masyarakat sangat positif dalam mendorong terciptanya kawasan yang kompetitif.
“Indonesia harus tetap menjadi contoh negara dengan pertumbuhan persaingan usaha yang signifikan, termasuk dalam mendorong peran serta masyarakat untuk mendukung tujuan di kawasan. Inisiatif Pak Soy M. Pardede, sebagai figur penting dalam awal tumbuhnya persaingan usaha di ASEAN, sangat krusial dalam membantu Indonesia mengembangkan kawasan ASEAN yang kompetitif,” ujar Fanshurullah.
Lebih lanjut, KPPU menilai penguatan peran organisasi masyarakat perlu diiringi dengan penataan ulang kelembagaan. Langkah tersebut penting agar ACI dapat tumbuh lebih besar, dikelola secara profesional, memiliki keberlanjutan jangka panjang, serta memperluas jejaring kerja sama dengan otoritas persaingan usaha di negara-negara ASEAN maupun mitra internasional lainnya.
KPPU juga mendorong ACI untuk secara aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan mantan pimpinan otoritas persaingan usaha, pelaku usaha, serta kalangan akademisi di ASEAN.
Upaya ini dinilai strategis untuk memperjelas posisi dan peran kelembagaan organisasi, sekaligus memperkuat legitimasi dan kepercayaan dalam menjalin kerja sama di tingkat regional maupun global. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































