IHSG Sesi 1 Naik 1,3%, Ini Penyebabnya

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang pada hari pertama setelah libur panjang Lebaran, Rabu (25/3/2026). Indeks sempat menyentuh zona merah pada awal perdagangan, tetapi menutup sesi 1 dengan kenaikan lebih dari 1%. 

Per pukul 12.00 WIB, IHSG tercatat naik 1,3% atau 92,36 poin ke level 7.199,2. Sebanyak 554 saham naik, 198 turun, dan 206 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mulai merangkak naik dibandingkan dengan menjelang libur Idulfitri, yakni mencapai Rp 13,28 triliun. Lalu sebanyak 24,48 miliar saham berpindah tangan dalam 1,33 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkerek naik menjadi Rp 12.681 triliun. 

Keempat saham bank jumbo dan Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar. Kelima saham tersebut menyumbang lebih dari 2/3 dari total nilai transaksi sepanjang sesi 1. 

Adapun mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona hijau, kecuali utilitas yang mengalami koreksi tipis. Industri, konsumer primer, dan energi melaju lebih dari 2%. 

Kemudian seiring dengan memasuki musim dividen, Telkom (TLKM) dan Astra (ASII) menjadi penggerak utama IHSG, dengan bobot masing-masing 19,99 indeks poin dan 18,43 indeks poin. 

Diikuti oleh Amman Mineral (AMMN) 10,32 indeks poin, Bank Mandiri (BMRI) 8,54 indeks poin, dan Bumi Resources MInerals (BRMS) 7,47 indeks poin. 

Meski pekan ini lebih singkat, perhatian investor tetap tertuju pada berbagai agenda penting dari global dan domestik.

Mulai dari perkembangan uang beredar, data consumer sentiment Amerika Serikat, rilis harga impor dan ekspor AS, hingga klaim pengangguran awal AS yang akan memberi gambaran terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam.

Rangkaian sentimen tersebut diperkirakan mampu menjadi katalis penggerak pasar, mulai dari saham, nilai tukar rupiah, hingga harga komoditas di sepanjang perdagangan pekan ini.

Sementara itu, harga minyak dunia kembali tertekan pada perdagangan Rabu pagi (25/3/2026), dengan penurunan mendekati 5% seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Melansir dari Reuters, penurunan ini dipicu meningkatnya ekspektasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah AS dilaporkan telah mengirimkan proposal perdamaian berisi 15 poin untuk mengakhiri konflik yang selama ini mengganggu distribusi energi global.

Analis Nissan Securities Investment Hiroyuki Kikukawa menyebut pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah harga sempat melonjak. Ekspektasi meredanya konflik mendorong pelaku pasar untuk mengurangi posisi, meski arah negosiasi masih belum pasti.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |