IHSG Ngebut! Sesi 1 Ditutup Naik 1,67%

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik kencang pada perdagangan hari ini, Kamis (5/3/2026). Pada akhir sesi 1, indeks ditutup naik 126,73 poin atau 1,67% ke level 7.703,79. 

IHSG bahkan sempat naik lebih dari 2% pada awal perdagangan. Penguatan ini terjadi setelah IHSG anjlok 4,57% kemarin, Rabu (4/3/2026).

Adapun pada akhir sesi 1 sebanyak 630 saham naik, 127 turun, dan 201 tidak bergerak. Nilai transaksi terbilang sepi, yakni Rp 9,99 triliun. Sebagai perbandingan, pada perdagangan kemarin nilai transaksi sesi 1 mencapai Rp 18 triliun. 

Mengutip Refinitiv, IHSG menguat ditopang oleh saham perbankan. Bank Central Asia (BBCA) yang naik 2,55% menyumbang 18,95 indeks poin. Lalu Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 7,86 indeks poin dan Bank Mandiri (BMRI) 5,44 indeks poin. 

Seiring dengan hal tersebut, sektor finansial tercatat naik 2% pada akhir sesi 1. 

Dalam perkembangan lain, pasar di kawasan tercatat juga naik, dipimpin oleh indeks Kospi di Korea Selatan. Kospi melesat naik lebih dari 10% dan bahkan sempat menyentuh kenaikan sebesar 12%. Saham berkapitalisasi besar seperti SK Hynix dan Samsung naik lebih dari 15% dan 14%. 

Pada hari sebelumnya Kospi ditutup turun 12%. Merespons hal tersebut, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada hari Kamis menyerukan pemerintah untuk segera meluncurkan program senilai 100 triliun won atau setara US$68 miliar dan Rp 1.149,06 triliun untuk menstabilkan pasar keuangan negara. Rencana besar ini sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sebagai ancaman terhadap kepercayaan pasar.

Mengutip The Korean Times, dalam pidato pembukaannya pada rapat Kabinet hari Kamis, Lee memperingatkan bahwa krisis yang memburuk di Timur Tengah memperburuk lingkungan ekonomi dan keamanan global.

Ia menyoroti pasar keuangan menghadapi ketidakpastian yang semakin meningkat, sementara ketidakstabilan pasokan energi dan kondisi perdagangan dapat menciptakan kesulitan yang lebih luas di seluruh perekonomian.

Sementara itu, pasar di kawasan Asia-Pasifik juga perlahan pulih. Nikkei di Jepang naik 2,5% setelah sebelumnya turun 3%. Lalu indeks STI di Singapura naik 0,56% dan HSI di Hong Kong naik 0,84%.

Adapun pada perdagangan kemarin, selain eskalasi geopolitik, pasar saham domestik juga dihantam oleh pengumuman dari Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings yang memangkas outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Namun, rating jangka panjang valuta asing tetap dipertahankan di level BBB atau investment grade. Keputusan ini menandakan peningkatan risiko dalam horizon menengah, meski posisi kelayakan investasi Indonesia belum berubah.

Fitch menilai revisi tersebut dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran atas konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan, terutama di tengah sentralisasi pengambilan keputusan.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |