Ukuran Font
Kecil Besar
14px
Kapten Timnas Senegal Sadio Mane mengangkat piala usai mengalahkan Timnas Maroko dalam final Piala Afrika 2026 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Maroko, Senin (19/1/2026). Senegal berhasil menang dengan skor 1-0 melalui gol Pape Gueye di masa perpanjangan waktu. Reuters
JAKARATA (Waspada.id): Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) resmi mencabut gelar juara Piala Afrika (AFCON) 2025 milik Senegal setelah Dewan Banding CAF memutuskan bahwa tim tersebut dinyatakan kalah (forfeit) di laga final.
“Dewan Banding memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Regulasi Piala Afrika, Timnas Senegal dinyatakan kalah dalam laga final AFCON 2025, dengan hasil pertandingan dicatat 3-0 untuk kemenangan Federasi Sepakbola Kerajaan Maroko (FRMF),” demikian pernyataan CAF yang dikutip NBC pada Rabu (18/3).
Maroko kini ditetapkan sebagai juara AFCON 2025 menyusul aksi walk-off yang dilakukan tim Senegal sebagai bentuk protes. Akibatnya, Maroko dinyatakan menang 3-0.
Keputusan ini membatalkan hasil sebelumnya yang mengesahkan kemenangan 1-0 Senegal atas Maroko pada laga final yang digelar 18 Januari 2026 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat.
CAF mengonfirmasi bahwa banding yang diajukan oleh Federasi Sepakbola Kerajaan Maroko (FRMF) diterima, sekaligus membatalkan putusan awal dari Komite Disiplin CAF.
“Banding yang diajukan oleh FRMF dinyatakan sah secara formal dan dikabulkan. Keputusan Komite Disiplin CAF dibatalkan.”
CAF juga menilai bahwa perilaku tim Senegal selama pertandingan melanggar regulasi turnamen.
“Dewan Banding CAF menilai bahwa tindakan tim Senegal termasuk dalam lingkup Pasal 82 dan 84 Regulasi Piala Afrika.”
Sebelumnya, Senegal dinobatkan sebagai juara setelah gol Pape Gueye di babak tambahan waktu memastikan kemenangan 1-0 dalam laga yang berlangsung sengit di Rabat.
Namun, pertandingan tersebut memang diwarnai kontroversi. Dalam proses disipliner CAF yang dirilis 29 Januari 2026, kedua tim sempat dijatuhi sanksi akibat insiden panas selama pertandingan.
Kontroversi bermula saat Brahim Diaz dijatuhkan di kotak penalti pada menit-menit akhir pertandingan. Setelah meninjau VAR, wasit memberikan penalti kepada Maroko. Keputusan ini memicu protes keras dari bangku pemain Senegal, dan pelatih Pape Thiaw menginstruksikan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan.
Dengan keputusan banding ini, gelar juara AFCON 2025 resmi berpindah dari Senegal ke Maroko, menandai akhir dari polemik panjang yang menyelimuti final turnamen tersebut. (id08/rtr/nbc/ant)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































