Elon Musk Akhirnya Menyerah, Pasrah Disuruh Bayar Rp 26 Miliar

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk akhirnya menyerah setelah 'bertarung' selama kurang lebih 4 tahun untuk gugatan kasus pembelian Twitter (sekarang X). Elon Musk akhirnya menyepakati penyelesaian di Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) yang sudah bergulir sejak 2022.

Sebuah perwalian atas nama Musk akan membayar denda perdata sebesar US$1,5 juta (Rp26 miliar), berdasarkan penyelesaian yang diungkapkan pada Senin (4/5) di pengadilan federal Washington, D.C.

Musk tidak serta-merta mengakui kesalahannya. Ia juga tidak perlu mengembalikan uang US$150 juta yang digadang-gadang merupakan penghematan gara-gara Musk menunda penyelesaian gugatan tersebut.

Penyelesaian ini membutuhkan persetujuan dari Hakim Distrik AS Sparkle Sooknanan. Pada Februari 2026, Sooknanan menolak permintaan Musk untuk membatalkan kasus ini.

Jika ditarik mundur lebih jauh, sengketa antara Musk dan SEC sudah berlangsung selama lebih dari 7 tahun. Pada 2018 lalu, SEC menuntut Musk dengan tuduhan penipuan sekuritas. Kala itu, Musk membuat tweet yang menyebut ia telah mengamankan pendanaan untuk mengambil alih perusahaan mobil listrik Tesla secara privat.

Musk menyelesaikan kasus itu dengan membayar denda perdata sebesar US$20 juta, mengizinkan pengacara Tesla untuk meninjau beberapa unggahan Twitter terlebih dahulu, dan melepaskan perannya sebagai ketua Tesla.

"Musk kini telah dibebaskan dari semua masalah terkait keterlambatan pengajuan formulir dalam akuisisi Twitter, seperti yang telah kami katakan sejak awal," kata pengacaranya, Alex Spiro, dalam sebuah pernyataan.

Dalam gugatan yang dilayangkan pada Januari 2025, SEC mengatakan penundaan 11 hari Musk dalam mengungkapkan kepemilikan saham Twitter yang awalnya sebesar 5% pada akhir Maret, memungkinkan Musk membeli lebih dari US$500 juta saham pada awal April 2022 dengan harga yang sengaja diturunkan. Musk kemudian mengungkapkan kepemilikan saham sebesar 9,2%.

SEC berpendapat Musk harus membayar denda perdata dan mengembalikan US$150 juta yang diduga dihematnya dengan mengorbankan investor yang tidak curiga.

Musk menyebut penundaan itu tidak disengaja, dan menuduh SEC melanggar hak kebebasan berbicara dengan menargetkannya.

SEC menggugat Musk e6nam hari sebelum mantan Presiden AS Joe Biden meninggalkan Gedung Putih dan digantikan oleh Donald Trump. Ketua SEC saat ini, Paul Atkins, telah memfokuskan kembali prioritas penegakan hukum regulator.

"Ini adalah hari yang memalukan bagi SEC," kata Amanda Fischer, mantan kepala staf Gary Gensler, yang memimpin regulator selama pemerintahan Biden.

Dia mengatakan bahwa penyelesaian tersebut "seharusnya membuat publik mempertanyakan apakah SEC melindungi orang-orang dalam Gedung Putih dengan mengorbankan investor biasa."

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |