MEDAN (Waspada.id): Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Januari 2026 tercatat sebesar US$1.007,66 juta. Angka ini naik 9,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar US$919,50 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Asim Saputra, menyampaikan bahwa kenaikan tersebut terutama ditopang oleh sektor industri yang menunjukkan pertumbuhan signifikan.
“Pada Januari 2026, sektor industri mengalami peningkatan sebesar US$97,40 juta atau tumbuh 11,42 persen dibanding Januari 2025. Sementara sektor pertanian mengalami penurunan sebesar US$9,33 juta atau turun 14,00 persen,” ujar Asim dalam paparannya, Senin (2/3).
Ia menjelaskan, kontribusi sektor industri terhadap total ekspor Sumatera Utara pada Januari 2026 mencapai 94,30 persen. Sedangkan sektor pertanian menyumbang 5,69 persen dari total nilai ekspor.
Lemak dan Minyak Nabati Naik Signifikan
Berdasarkan golongan barang utama (HS 2 digit), dari sepuluh komoditas utama ekspor Sumatera Utara, peningkatan terbesar terjadi pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati yang naik sebesar US$73,68 juta atau tumbuh 21,04 persen dibanding Januari 2025.
“Kenaikan juga terjadi pada golongan berbagai produk kimia yang meningkat sebesar US$11,29 juta atau 8,12 persen,” jelas Asim.
Sebaliknya, beberapa komoditas mengalami penurunan. Golongan kopi, teh, dan rempah-rempah tercatat turun paling besar, yakni US$19,14 juta atau merosot 40,26 persen. Disusul golongan karet dan barang dari karet yang turun US$11,74 juta atau 12,45 persen.
Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang utama memberikan kontribusi sebesar 88,97 persen terhadap total ekspor Sumatera Utara pada Januari 2026. Sementara ekspor di luar sepuluh golongan utama berkontribusi sebesar 11,03 persen.
“Nilai ekspor dari sepuluh golongan barang utama pada Januari 2026 meningkat 9,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tambahnya.
Tiongkok, AS, dan Jepang Jadi Pasar Utama
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang masih menjadi pasar utama ekspor Sumatera Utara. Nilai ekspor ke Tiongkok tercatat sebesar US$150,08 juta, ke Amerika Serikat US$123,91 juta, dan ke Jepang sebesar US$60,54 juta.
“Kontribusi ketiga negara tersebut terhadap total ekspor Sumatera Utara mencapai 33,20 persen,” kata Asim.
Selain itu, sekitar 38,15 persen barang ekspor Sumatera Utara dipasarkan ke kawasan Asia di luar ASEAN. Untuk kawasan ini, India dan Bangladesh juga menjadi pasar potensial dengan nilai ekspor masing-masing sebesar US$59,73 juta dan US$56,03 juta.
Namun demikian, dibandingkan Januari 2025, penurunan terbesar pada negara tujuan utama terjadi pada Amerika Serikat dengan penurunan sebesar US$4,90 juta.
Asim menegaskan, kinerja ekspor pada awal tahun ini menunjukkan daya tahan sektor industri Sumatera Utara di tengah dinamika perdagangan global, meskipun beberapa komoditas unggulan masih menghadapi tekanan. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

















































