Kementerian Agama terus mengembangkan program madrasah inklusi sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Program ini menjadi bukti bahwa negara hadir memastikan seluruh anak bangsa memperoleh kesempatan belajar yang setara dan layak.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BANDUNG (Waspada.id): Kementerian Agama terus mengembangkan program madrasah inklusi sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Program ini menjadi bukti bahwa negara hadir memastikan seluruh anak bangsa memperoleh kesempatan belajar yang setara dan layak.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendidikan yang ramah disabilitas, termasuk penyediaan fasilitas pembelajaran Al-Qur’an bagi siswa tunanetra.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Khotmul Qur’an Braille yang digelar di Masjid Ibnu Umi Maktum, SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bandung Raya bersama guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Bandung.
Dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan tersebut, para siswa tunanetra berhasil menuntaskan khataman Al-Qur’an menggunakan huruf Braille.
“Kita boleh saja tidak melihat dengan mata, tetapi kita tidak boleh buta dalam hati dan semangat,” ujar Amien memberikan motivasi kepada para siswa.
Menurutnya, membaca Al-Qur’an dengan huruf Braille bukanlah hal yang mudah. Bahkan bagi mereka yang dapat melihat pun, membaca Al-Qur’an dengan baik membutuhkan latihan dan ketekunan yang panjang. Karena itu, keberhasilan para siswa tunanetra mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan prestasi spiritual sekaligus bukti ketekunan dan kesungguhan dalam belajar.
“Sebagaimana arahan Bapak Menteri, tidak boleh ada perbedaan layanan pendidikan antara anak berkebutuhan khusus dan anak pada umumnya. Seluruh anak Indonesia harus mendapatkan layanan pendidikan yang setara,” tegasnya.
Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, M. Munir, menambahkan bahwa Direktorat Pendidikan Agama Islam memiliki tugas melakukan pembinaan pendidikan agama pada seluruh jenjang sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, termasuk di Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Kegiatan ini melibatkan 300 siswa SLB, 200 guru PAI pada SLB se-Bandung Raya, serta 200 anggota PERTUNI. Siswa-siswi SLB ini adalah anak-anak yang diberi keistimewaan oleh Allah SWT sehingga perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan yang optimal,” jelas Munir.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru PAI yang mendampingi proses pembelajaran para siswa tunanetra.
“Guru-guru PAI pada SLB ada yang difabel dan ada yang tidak. Mereka semua istimewa karena memiliki kesabaran, kekuatan, dan kapabilitas ekstra dalam membimbing siswa-siswi SLB,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmy Halimatul Udhma, menegaskan bahwa khataman Al-Qur’an yang dilakukan para siswa tunanetra bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti bahwa cahaya Al-Qur’an dapat diakses oleh siapa pun tanpa batas.
“Ini bukan hanya capaian spiritual, tetapi juga bukti bahwa cahaya Al-Qur’an dapat diakses oleh siapa pun tanpa batas. Inklusi bukan sekadar konsep, melainkan komitmen nyata agar setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan dan pengembangan diri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru SLB, guru PAI, serta PERTUNI Kota Bandung yang terus memberikan pelayanan pendidikan dengan penuh dedikasi.
Sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, Kementerian Agama terus mengembangkan berbagai program strategis, seperti penguatan kompetensi guru PAI di SLB, penyediaan Al-Qur’an Braille, pengembangan media pembelajaran audio dan digital, serta pelatihan bagi penyuluh agama agar mampu memberikan layanan keagamaan yang ramah disabilitas.
Kegiatan ditutup dengan tausiyah Ramadan oleh Staf Khusus Menteri Agama Farid Saenong serta buka puasa bersama yang diikuti para siswa SLB, guru, dan para undangan.(id11)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































