Ditemukan Makam Kuno 4.400 Tahun, Diduga Milik Pejabat Era Firaun

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penemuan arkeologi menakjubkan kembali mengungkap kehidupan masyarakat Mesir Kuno. Tim arkeologi gabungan Spanyol-Mesir dibuat tercengang dengan temuan sebuah mastaba atau makam di kawasan nekropolis Saqqara, sebelah barat daya Kairo, Mesir.

Melansir Euro News, makam yang diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Firaun Djedkare Isesi, sekitar 4.400 tahun lalu, memiliki keistimewaan berupa dua ruang kapel pemakaman yang diperuntukkan bagi seorang pejabat senior bernama Yunmen dan ayahnya, Iti.

Penggalian tersebut dilakukan oleh misi arkeologi Spanyol-Mesir yang dipimpin ahli Egiptologi Spanyol, Josep Cervelló, bersama Autonomous University of Barcelona (UAB) dan Dewan Tertinggi Purbakala Mesir.

Relief Masih Mempertahankan Warna Asli

Sebuah misi arkeologi Spanyol-Mesir, yang dipimpin oleh ahli Egiptologi asal Spanyol Josep Cervelló, telah menemukan sebuah makam yang Sebuah misi arkeologi Spanyol-Mesir, yang dipimpin oleh ahli Egiptologi asal Spanyol Josep Cervelló, menemukan sebuah makam yang "memukau dan indah" yang berasal dari akhir Dinasti Kelima pada masa Kerajaan Lama Mesir (2494–2345 SM) di nekropolis Saqqara, sebelah barat daya Kairo. (Instagram/ministry_tourism_antiquities) 

Salah satu aspek yang paling menarik dari penemuan tersebut adalah kondisi dekorasi makam yang sangat terawat. Dinding dan berbagai bagian makam dihiasi relief serta teks pemakaman yang dibuat secara khusus untuk menggambarkan status dan jabatan pemiliknya.

Relief-relief tersebut menampilkan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian, prosesi persembahan, serta gambar keledai dan sejumlah hewan lainnya.

Yang membuat temuan ini semakin istimewa adalah sebagian besar relief masih mempertahankan warna aslinya. Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk mempelajari secara lebih detail seni, kehidupan sosial, hingga praktik keagamaan masyarakat Mesir pada akhir Dinasti Kelima.

Kisah Pejabat yang Naik Status Sosial

Bagi para arkeolog, keberadaan dua kapel dalam satu makam tidak hanya memiliki nilai arsitektural, tetapi juga dapat memberikan petunjuk mengenai perjalanan sosial keluarga tersebut.

Yunmen diyakini merupakan putra seorang pejabat dengan pangkat lebih rendah. Namun, ia kemudian berhasil memperoleh posisi yang lebih tinggi dalam pemerintahan pusat pada masa pemerintahan Firaun Djedkare Isesi.

Para peneliti menduga makam tersebut mungkin mencerminkan peningkatan status sosial Yunmen. Keputusannya untuk membangun tempat peristirahatan terakhir bersama sang ayah juga memberikan gambaran mengenai hubungan keluarga dan struktur sosial pada masa itu.

Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa makam pada masa Mesir Kuno tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemakaman, tetapi juga sebagai sarana untuk menunjukkan identitas, kedudukan, serta pencapaian seseorang dalam masyarakat.

Mengungkap Kehidupan di Balik Nekropolis Saqqara

Saqqara telah lama menjadi salah satu kawasan arkeologi paling penting di Mesir. Area tersebut telah diteliti sejak ekspedisi yang dilakukan arkeolog Prancis Auguste Mariette pada abad ke-19. Namun, bagian kawasan tempat makam ini ditemukan belum pernah diteliti dan didokumentasikan secara mendalam.

Penelitian terbaru tidak hanya berfokus pada satu makam. Tim arkeologi berusaha merekonstruksi topografi dan tata ruang Saqqara, termasuk jalan, alun-alun, monumen pemakaman, serta jalur yang digunakan masyarakat untuk membawa persembahan dan menjalankan ritual.

Melalui pemetaan dan rekonstruksi tata letak kawasan, para peneliti berhasil menemukan makam yang sebelumnya tidak diketahui.

Lebih menarik lagi, penelitian tersebut juga mengindikasikan keberadaan dua mastaba lain di sekitar lokasi yang sama. Tim berharap kedua struktur tersebut dapat digali dan diteliti dalam musim penggalian berikutnya.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |