Kronologi "Bocah" 22 Tahun Curi Rp 4,6 T, Habiskan Rp 10 M Semalam

41 minutes ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria warga negara Singapura kini diadili di pengadilan Washington DC, Amerika Serikat (AS). Hal ini terkait pencurian cryptocurrency (uang kripto) yang merugikan para korban hingga lebih dari US$260 juta (sekitar Rp4,6 triliun).

Mengutip Channel News Asia (CNA), Rabu (9/9/2026), pria tersebut bernama Malone Lam dan baru berumur 22 tahun. Ia mengakui keterlibatannya atas jaringan kejahatan itu.

Lam bahkan sebagai salah satu orang yang mengatur dan memimpin jaringan kejahatan tersebut. Komplotannya menargetkan orang-orang yang memiliki aset kripto dalam jumlah besar menggunakan modus "social engineering".

Bagaimana Kronologi Kasusnya?

Semua berawal saat Lam dan para komplotannya menyamar sebagai karyawan sejumlah perusahaan ternama, di antaranya Google. Mereka kemudian memanipulasi korban agar memberikan informasi penting seperti kata sandi, seed phrase atau frasa pemulihan dompet kripto, serta kode autentikasi.

Informasi tersebut digunakan untuk mendapatkan akses ke dompet cryptocurrency korban dan menguras aset yang tersimpan di dalamnya. Salah satu pencurian terbesar terjadi pada Agustus 2024.

Lam dan komplotannya berhasil mendapatkan lebih dari 4.100 Bitcoin milik seorang korban di Washington, DC. Nilai Bitcoin yang dicuri saat itu mencapai sekitar US$230 juta.

Lam kemudian ditangkap pada September 2024, beberapa pekan setelah pencurian tersebut. Kasus tersebut disebut menjadi kasus pertama terkait Bitcoin yang ditangani Departemen Kehakiman AS menggunakan Racketeer Influenced and Corrupt Organizations (RICO) Act, undang-undang yang biasanya digunakan untuk membongkar jaringan kejahatan terorganisasi.

Sebenarnya, Lam tidak sendiri. Sebanyak 18 terdakwa telah didakwa dalam kasus tersebut di mana Lam menjadi orang ke-11 yang mengaku bersalah.

Habis Rp 10 M Dalam Semalam

Selain pencurian itu sendiri, ada hal menarik lain dalam kasus Lam. Meski aset curian dikonversi menjadi kartu pembayaran dan uang tunai, gaya hidup mewah Lam justru menarik perhatian aparat penegak hukum.

Lam disebut menghabiskan jutaan dolar dari hasil kejahatan untuk membeli mobil, jam tangan mewah, hingga pakaian. Ia juga menyewa jet pribadi, rumah mewah, serta membayar pengawal pribadi.

Salah satunya saat ia dan jaringannya menggunakan dana hasil pencurian untuk menyewa rumah di Miami, Los Angeles dan Hamptons. Mereka juga membeli jam tangan mewah dengan harga mulai dari US$100.000 hingga lebih dari US$500.000 (Rp 1,7 sampai 8,7 miliar).

Diketahui, Lam juga membeli sejumlah kendaraan mewah yang salah satunya bernilai hingga US$3,8 juta (Rp 66,7 miliar). Pengeluaran untuk hiburan malam juga mencapai ratusan ribu dolar, di mana dalam satu kesempatan, Ia pernah menghabiskan US$569.000 (sekitar Rp 10 miliar) dalam satu malam di sebuah klub malam di Los Angeles.

Lam sendiri dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 8 Desember 2026 untuk sidang status. Hakim diperkirakan akan menetapkan jadwal vonis dalam persidangan tersebut.

Kini, ia menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun. Lam dan komplotannya juga diperintahkan membayar kembali lebih dari US$245 juta (Rp4,3 triliun) kepada para korban.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |