Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan meletakkan batu pertama renovasi rumah tidak layak huni di Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan, Selasa (31/3/26). Waspada.id/Ist
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
PERCUT SEITUAN (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang menetapkan Desa Percut sebagai kawasan intervensi terpadu penanganan stunting yang dipadukan dengan penataan kawasan kumuh. Langkah ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain di Deliserdang.
Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan menegaskan, penanganan stunting tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus diiringi dengan perbaikan kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat. Karena itu, Desa Percut dipilih sebagai titik awal intervensi menyeluruh, mulai dari perbaikan rumah, akses air bersih, sanitasi, hingga infrastruktur dasar.
“Desa Percut kita pilih sebagai kawasan intervensi stunting, sekaligus penataan kawasan kumuh. Ini akan kita jadikan percontohan di Deliserdang,” kata Asri Ludin Tambunan saat Berjemur di Kecamatan Percut Seituan, Selasa (31/3/26)
Saat ini, satu unit rumah tidak layak huni telah berhasil direnovasi menjadi layak huni. Pembangunannya dilakukan dalam kurun waktu kurang dari dua bulan sejak peletakan batu pertama pada Februari silam.
Di kawasan yang sama, fondasi tiga unit rumah tidak layak huni telah dimulai dengan model dan ukuran yang sama yakni 6×7 meter. Perbaikan juga akan menyasar infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan kualitas jalan lingkungan, akses air bersih melalui pembangunan sumur bor yang direncanakan dikelola melalui BUMDes untuk mendukung keberlanjutan operasional dan perawatannya.
Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan didampingi Ketua TP PKK Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan foto bersama di sela penyerahan upah pungut kepada camat, kepada desa dan kepala dusun di Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan, Selasa (31/3/26). Waspada.id/IstProgram ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, agar dapat merasakan langsung peningkatan kualitas hidup. Bupati turut mengimbau Baznas terlibat dalam memberikan insentif kepada masyarakat desil 1 sebagai wujud gotong royong mensejahterakan warga kurang mampu.
“Kalau ada yang tidak dapat bansos dari pusat, kita bantu lewat pemerintah daerah. Baznas juga bisa menggunakan dana yang dihimpun untuk membantu memberikan insentif. Harapannya, mereka yang selama ini tidak berpenghasilan alias berada di desil 1, bisa naik tingkat karena bantuan-bantuan yang diberikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Asri Ludin Tambunan juga mengungkapkan kepada masyarakat rencana pengadaan alat penghisap pasir untuk normalisasi kawasan muara (kuala), serta mendorong dukungan masyarakat dalam pelebaran sungai guna mengurangi risiko banjir dan meningkatkan produktivitas wilayah pesisir.
Tak hanya itu, Desa Percut juga diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Melalui berbagai program terpadu ini, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menargetkan Desa Percut dapat bertransformasi dari kawasan yang tertinggal menjadi kawasan yang maju, sehat, dan sejahtera.
“Mari bersama-sama kita majukan Desa Percut ini. Apanya yangg saya buat tentu harus didukung oleh masyarakat setempat. Tidak bisa saya atau pemerintah daerah bekerja sendiri. Saya mohon dukungannya,” paparnya
Kegiatan Berjemur yang juga dihadiri Ketua TP PKK Ny Jelita Asri Ludin Tambunan turut dirangkai penyerahan upah pungut (UP) kepada camat, kepala desa, dan kepala dusun (id.28)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































