Daftar Musuh Trump Usai Setahun Menjabat Presiden AS

1 hour ago 1

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

20 January 2026 14:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Sosok Donald Trump tidak pernah lepas dari sorotan global, bukan hanya karena kebijakan politiknya, tetapi juga karena gaya kepemimpinannya yang sangat personal dan sering kali tidak terduga.

Dalam kancah geopolitik dan ekonomi internasional, Trump dikenal sebagai pemimpin yang tidak ragu menunjukkan ketidaksukaan secara terbuka terhadap siapapun yang dianggap berseberangan dengannya, baik itu mitra dagang, lawan politik, maupun pimpinan lembaga keuangan.

Bagi pelaku pasar, memahami peta konflik personal Trump menjadi sangat krusial. Sejarah mencatat bahwa ketegangan pribadi antara Trump dan tokoh dunia sering kali berujung pada keputusan kebijakan yang berdampak luas, mulai dari perang tarif, sanksi ekonomi, hingga volatilitas di pasar saham dan mata uang.

Sentimen "suka atau tidak suka" dari Trump bisa menjadi indikator awal perubahan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Berikut adalah rangkuman hubungan panas Donald Trump dengan 15 tokoh penting dunia dan inti permasalahan spesifik yang terjadi di antara mereka:

1. Jerome Powell (Ketua The Fed)

Hubungan keduanya memanas bukan hanya soal kebijakan suku bunga. Trump dikabarkan menggugat (sue) Powell terkait masalah renovasi gedung The Fed. Trump menilai proyek renovasi tersebut sebagai pemborosan anggaran yang tidak perlu dan menuduh adanya ketidakberesan dalam pengelolaan fasilitas bank sentral tersebut. Hal ini menambah ketidakpercayaan Trump terhadap kepemimpinan Powell yang ia nilai gagal.

Federal Reserve Board Chair Jerome Powell speaks during a news conference at the Federal Reserve in Washington, DC, on May 3, 2023. - The Fed has been on an aggressive campaign of interest-rate hikes since March last year, rapidly raising rates to help target high inflation, which remains above its long-term target of two percent. (Photo by SAUL LOEB / AFP)Foto: Ketua The Fed Jerome Powell. (AFP/SAUL LOEB)
Federal Reserve Board Chair Jerome Powell speaks during a news conference at the Federal Reserve in Washington, DC, on May 3, 2023. - The Fed has been on an aggressive campaign of interest-rate hikes since March last year, rapidly raising rates to help target high inflation, which remains above its long-term target of two percent. (Photo by SAUL LOEB / AFP)

2. Jamie Dimon (CEO JPMorgan Chase)

Ketegangan antara Trump dan bos bank terbesar AS ini berpusat pada isu "debanking". Trump secara terbuka menuduh Jamie Dimon dan JPMorgan sengaja menutup akses layanan perbankan untuk dirinya, keluarganya, serta bisnis-bisnis yang terafiliasi dengannya. Trump menganggap tindakan ini sebagai serangan finansial yang didasari oleh motif politik untuk menjegalnya.

 Marco Bello/Bloomberg via Getty ImagesFoto: Bloomberg via Getty Images/Bloomberg
Jamie Dimon, chairman and chief executive officer of JPMorgan Chase & Co., during a Bloomberg Television interview at the JPMorgan Global High Yield and Leveraged Finance Conference in Miami, Florida, US, on Monday, March 6, 2023. Dimon said last month that the US economy was still performing well, with strength in consumer spending and plentiful jobs. Photographer: Marco Bello/Bloomberg via Getty Images

3. Joe Biden (Presiden AS)

Perseteruan ini murni persaingan politik yang tajam. Trump terus menyerang kebijakan ekonomi "Bidenomics" yang ia anggap gagal total dalam mengendalikan inflasi. Selain itu, Trump menuduh pemerintahan Biden menggunakan departemen kehakiman sebagai senjata politik untuk menuntutnya secara hukum agar ia tidak bisa kembali berkuasa.

Presiden AS Joe Biden menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (tidak dalam gambar), saat ia mengunjungi Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023. (REUTERS/Evelyn Hockstein)Foto: Presiden AS Joe Biden menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (tidak dalam gambar), saat ia mengunjungi Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023. (REUTERS/EVELYN HOCKSTEIN)

4. Xi Jinping (Presiden China)

Fokus utama ketegangan tetap pada isu perang dagang. Trump menilai China terus melakukan praktik dagang curang yang merugikan buruh dan industri Amerika. Trump konsisten mengancam akan menaikkan tarif impor secara drastis untuk menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara yang menurutnya sangat tidak adil bagi AS.

Presiden China Xi Jinping berbicara selama upacara setelah pembicaraan dengan mitranya dari Rusia Vladimir Putin di Kremlin di Moskow, Rusia, 8 Mei 2025. (REUTERS/Evgenia Novozhenina)Foto: Presiden China Xi Jinping berbicara selama upacara setelah pembicaraan dengan mitranya dari Rusia Vladimir Putin di Kremlin di Moskow, Rusia, 8 Mei 2025. (REUTERS/Evgenia Novozhenina)

5. Barack Obama (Mantan Presiden AS)

Trump memiliki misi pribadi untuk membongkar dan membatalkan berbagai warisan kebijakan era Obama. Ia menilai kebijakan pendahulunya tersebut membuat posisi Amerika lemah di mata dunia. Kritik Trump terhadap Obama sering kali bersifat personal, menyerang legitimasi dan efektivitas kepemimpinan masa lalu.

Mantan presiden AS, Barack Obama. (AP Photo/Thanassis Stavrakis, File)Foto: Mantan presiden AS, Barack Obama. (AP Photo/Thanassis Stavrakis, File)

6. James Comey (Mantan Direktur FBI)

Inti masalahnya adalah loyalitas. Trump memecat Comey dari jabatan Direktur FBI karena Comey menolak menghentikan penyelidikan terhadap orang-orang di lingkaran dekat Trump. Trump menilai Comey lebih sibuk bermain politik dan mencari panggung daripada menegakkan hukum secara profesional.

Direktur FBI, James Brien Comey. (Instagram/comey)Foto: Direktur FBI, James Brien Comey. (Instagram/comey)

7. Nicolas Maduro (Presiden Venezuela)

Situasi terekskalasi dengan adanya kabar penangkapan Maduro oleh pihak berwenang AS di bawah tekanan kebijakan Trump. Sejak lama, Trump tidak mengakui legitimasi Maduro dan menerapkan sanksi keras. Penangkapan ini dilihat sebagai puncak upaya AS untuk menggulingkan rezim Maduro yang dianggap otoriter dan gagal mengelola negara kaya minyak tersebut.

Presiden Nicolas Maduro berbicara kepada para pendukungnya setelah otoritas pemilu menyatakannya sebagai pemenang pemilihan presiden di Caracas, Venezuela, Senin, 29 Juli 2024. (AP Photo/Fernando Vergara)Foto: Presiden Nicolas Maduro berbicara kepada para pendukungnya setelah otoritas pemilu menyatakannya sebagai pemenang pemilihan presiden di Caracas, Venezuela, Senin, 29 Juli 2024. (AP/Fernando Vergara)

8. Rupert Murdoch (Pemilik News Corp/WSJ)

Hubungan yang dulunya dekat kini retak karena masalah dukungan media. Trump merasa dikhianati karena media di bawah naungan Murdoch (seperti Fox News dan WSJ) tidak lagi memberikan dukungan penuh dan justru mulai kritis terhadap klaim-klaim politiknya pasca pemilu.

Rupert Murdoch dan istrinya, Elena Zhukova, berpose untuk foto pada Sabtu (1/6/2024) selama upacara pernikahan mereka di perkebunan anggur mereka di Bel Air, California. (News Corp.  via AP)Foto: Rupert Murdoch dan istrinya, Elena Zhukova, berpose untuk foto pada Sabtu (1/6/2024) selama upacara pernikahan mereka di perkebunan anggur mereka di Bel Air, California. (AP/)

9. George Soros (Miliarder & Filantropis)

Trump menempatkan Soros sebagai musuh ideologis utama. Ia menuduh Soros sebagai penyandang dana (donatur) di balik pihak-pihak yang menyerangnya secara hukum maupun politik. Trump meyakini bahwa berbagai aksi protes dan tuntutan hukum terhadap dirinya digerakkan oleh uang dari yayasan milik Soros.

REUTERS/Thomas PeterFoto: REUTERS/Thomas Peter

10. Justin Trudeau (Perdana Menteri Kanada)

Trump melabeli Trudeau sebagai pemimpin yang "bermuka dua". Ketidaksukaan ini memuncak setelah Trudeau tertangkap kamera sedang membicarakan (menggosipkan) Trump di belakang punggungnya saat pertemuan NATO. Insiden ini membuat hubungan personal keduanya menjadi dingin, di luar masalah dagang susu dan kayu yang belum selesai.

Canada's Prime Minister Justin Trudeau arrives ahead of an emergency meeting of leaders at the G20 summit following the overnight missile strike by a Russian-made rocket on Poland, on November 16, 2022, in Bali, Indonesia.  Leon Neal/Pool via ReutersFoto: via REUTERS/POOL
Canada's Prime Minister Justin Trudeau arrives ahead of an emergency meeting of leaders at the G20 summit following the overnight missile strike by a Russian-made rocket on Poland, on November 16, 2022, in Bali, Indonesia. Leon Neal/Pool via Reuters

11. Volodymyr Zelensky (Presiden Ukraina)

Trump bersikap skeptis terhadap besarnya aliran dana bantuan AS ke Ukraina. Ia menilai Zelensky terlalu pandai melobi uang Amerika tanpa memberikan keuntungan strategis yang jelas bagi AS. Trump berpandangan bahwa beban biaya konflik di Eropa seharusnya ditanggung oleh negara-negara Eropa, bukan pembayar pajak Amerika.

Ukraine's President Volodymyr Zelenskyy speaks during a press conference after the 21st Shangri-La Dialogue summit at the Shangri-La Hotel in Singapore, Sunday, June 2, 2024.  Zelenskyy urged a group of top defense officials at Asia’s premier security conference on Sunday to attend an upcoming peace summit, saying Ukraine was ready to hear “various proposals and thoughts” on ending the war with Russia.(AP Photo/Vincent Thian)Foto: AP/Vincent Thian
Ukraine's President Volodymyr Zelenskyy speaks during a press conference after the 21st Shangri-La Dialogue summit at the Shangri-La Hotel in Singapore, Sunday, June 2, 2024. Zelenskyy urged a group of top defense officials at Asia’s premier security conference on Sunday to attend an upcoming peace summit, saying Ukraine was ready to hear “various proposals and thoughts” on ending the war with Russia.(AP Photo/Vincent Thian)

12. Ayatollah Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi Iran)

Konflik meningkat drastis dengan adanya rencana Trump untuk mendorong pengambilalihan kekuasaan di Iran. Trump tidak hanya menekan lewat sanksi ekonomi "tekanan maksimum", tetapi juga secara terbuka mendukung pergantian rezim (regime change) untuk mengakhiri kekuasaan Ayatollah yang dianggapnya sebagai ancaman global.

In this picture released by the official website of the office of the Iranian supreme leader, Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei speaks during a meeting with army's air force and air defense staff in Tehran, Iran, Sunday, Feb. 7, 2021. Iran's supreme leader said the U.S. must lift all sanctions if it wants Iran to return to its commitments to the nuclear deal with Western powers. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)Foto: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
In this picture released by the official website of the office of the Iranian supreme leader, Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei speaks during a meeting with army's air force and air defense staff in Tehran, Iran, Sunday, Feb. 7, 2021. Iran's supreme leader said the U.S. must lift all sanctions if it wants Iran to return to its commitments to the nuclear deal with Western powers. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)

13. Miguel Díaz-Canel (Presiden Kuba)

Di bawah Trump, pintu diplomasi dengan Kuba ditutup rapat. Trump kembali ke kebijakan tekanan maksimum dengan memperketat embargo ekonomi dan pariwisata. Ia menuduh rezim Diaz-Canel menindas rakyatnya sendiri dan menjadi gerbang pengaruh buruk komunisme di wilayah Amerika.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez (AP/Sergei Guneyev)Foto: Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez (AP/Sergei Guneyev)

14. Angela Merkel (Mantan Kanselir Jerman)

Simbol ketidaksukaan Trump terlihat jelas dalam insiden "penolakan jabat tangan". Saat sesi foto resmi di Gedung Putih, Trump terlihat sengaja mengabaikan permintaan fotografer dan Merkel untuk berjabat tangan. Hal ini mempertegas konflik mereka terkait isu anggaran NATO dan surplus dagang Jerman yang dianggap merugikan AS.

German Chancellor and leader of the Christian Democratic Union (CDU) Angela Merkel addresses a news conference after a party board meeting in Berlin, Germany, February 25, 2018. REUTERS/Axel SchmidtFoto: REUTERS/Axel Schmidt
German Chancellor and leader of the Christian Democratic Union (CDU) Angela Merkel addresses a news conference after a party board meeting in Berlin, Germany, February 25, 2018. REUTERS/Axel Schmidt

15. Nancy Pelosi (Mantan Ketua DPR AS)

Permusuhan ini sangat terbuka dan personal. Trump melabeli Pelosi sebagai "Evil Woman" (Wanita Jahat). Kebencian ini terbalas saat Pelosi merobek naskah pidato kenegaraan Trump di depan umum. Trump menilai Pelosi sebagai politisi yang penuh dengki dan bertanggung jawab atas dua kali upaya pemakzulan terhadap dirinya.

House Speaker Nancy Pelosi (D-CA) announces the House of Representatives will launch a formal inquiry to investigate whether to impeach U.S. President Donald Trump following a closed House Democratic caucus meeting at the U.S. Capitol in Washington, U.S., September 24, 2019. REUTERS/Kevin LamarqueFoto: Nancy Pelosi Mengumumkan Penyelidikan Terhadap Presiden Trump (REUTERS/Kevin Lamarque)
House Speaker Nancy Pelosi (D-CA) announces the House of Representatives will launch a formal inquiry to investigate whether to impeach U.S. President Donald Trump following a closed House Democratic caucus meeting at the U.S. Capitol in Washington, U.S., September 24, 2019. REUTERS/Kevin Lamarque

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/luc)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |