Bos Kawasan Industri Ungkap Efek Dahsyat 18 Proyek Strategis Prabowo

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mempercepat langkah hilirisasi melalui pengembangan 18 proyek strategis di berbagai sektor, mulai dari perikanan, pertanian, hingga energi serta sumber daya mineral. Dalam peta besar ini, kawasan industri diproyeksikan menjadi simpul utama pelaksanaan proyek, menyediakan lahan siap bangun sekaligus ekosistem industri yang terintegrasi agar investasi dapat berjalan efektif.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana menilai percepatan investasi akan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, keberhasilan proyek strategis akan memperkuat struktur industri nasional dalam jangka panjang.

"Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh. Lapangan kerja tercipta. Pada saat yang sama, ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing," kata Ma'ruf di Kementerian Perindustrian, Selasa (20/1/2026).

Ma'ruf menegaskan 18 proyek strategis itu bukan sekadar proyek sektoral, melainkan mesin pembentuk siklus pertumbuhan yang saling menopang. Kawasan industri memiliki peran penting untuk memastikan keterhubungan antara investasi, produksi, hingga penyerapan tenaga kerja berjalan beriringan.

Di sisi lain, Prabowo juga menekankan pentingnya dukungan pendidikan tinggi dalam menopang investasi strategis dan agenda hilirisasi nasional. Prabowo bahkan telah bertemu dengan para rektor dan guru besar pekan lalu, mendorong penyelarasan kurikulum, penguatan riset terapan, serta keterlibatan kampus dalam pengembangan industri.

Tampak udara Gardu Induk (GI) bertegangan 150 kilo volt (kV) yang terletak di Kecamatan Palu Utara, Sulawesi Tengah. Hadirnya infrastruktur ketenagalistrikan ini merupakan upaya PLN mendukung program Pemerintah dalam menggenjot hilirisasi industri smelter, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, dan juga pertumbuhan perekonomian di Sulawesi Tengah. Dengan listrik yang andal, PLN menciptakan multiplier effect untuk kemajuan industri. (Dok.PLN)Foto: Tampak udara Gardu Induk (GI) bertegangan 150 kilo volt (kV) yang terletak di Kecamatan Palu Utara, Sulawesi Tengah. Hadirnya infrastruktur ketenagalistrikan ini merupakan upaya PLN mendukung program Pemerintah dalam menggenjot hilirisasi industri smelter, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, dan juga pertumbuhan perekonomian di Sulawesi Tengah. Dengan listrik yang andal, PLN menciptakan multiplier effect untuk kemajuan industri. (Dok.PLN)
Tampak udara Gardu Induk (GI) bertegangan 150 kilo volt (kV) yang terletak di Kecamatan Palu Utara, Sulawesi Tengah. Hadirnya infrastruktur ketenagalistrikan ini merupakan upaya PLN mendukung program Pemerintah dalam menggenjot hilirisasi industri smelter, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, dan juga pertumbuhan perekonomian di Sulawesi Tengah. Dengan listrik yang andal, PLN menciptakan multiplier effect untuk kemajuan industri. (Dok.PLN)

"HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM, riset terapan, dan inovasi. Ini sangat relevan untuk memastikan investasi strategis benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional," ujar Ma'ruf.

Ia menilai penekanan Prabowo terhadap peran perguruan tinggi dalam mendukung 18 proyek strategis yang dikelola Danantara menunjukkan arah kebijakan yang makin terintegrasi. Sinergi antara pengembangan sumber daya manusia, riset, dan investasi dinilai menjadi fondasi penting agar hilirisasi tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi menciptakan nilai tambah berkelanjutan.

"Kawasan industri dapat menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan," ujar Maruf.

Dukungan terhadap agenda tersebut juga datang dari sisi pendanaan riset. Prabowo berencana menambah anggaran riset dan inovasi untuk perguruan tinggi sebesar Rp 4 triliun. Tambahan dana itu diarahkan untuk memperkuat riset yang menopang pembangunan industri dalam negeri, termasuk 18 proyek strategis dari sektor waste to energy hingga hilirisasi mineral dan pangan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan penguatan riset menjadi kunci agar agenda hilirisasi tidak bergantung pada teknologi luar. Perguruan tinggi diharapkan menjadi tulang punggung pengembangan teknologi nasional yang relevan dengan kebutuhan industri.

"Tadi ada 18 proyek strategis. Nah itu diharapkan perguruan tinggi mem-backup dengan riset-riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri itu menjadi cukup tinggi," kata Brian.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |