Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
20 January 2026 16:52
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa bergerak melemah pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Sentimen pasar tertekan oleh kekhawatiran mengenai rencana penerapan tarif dagang baru yang membayangi kawasan tersebut.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 tercatat turun sekitar 0,7% setelah pembukaan pasar, dengan seluruh sektor dan bursa regional utama berada di zona merah. Koreksi ini terjadi di tengah ketidakpastian hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu Eropanya.
Berikut pergerakan indeks utama bursa Eropa di awal perdagangan:
Isu Greenland dan Tarif Dagang
Penurunan pasar ini menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu. Ia mengumumkan bahwa delapan negara sekutu Eropa akan menghadapi kenaikan tarif impor jika kesepakatan yang memungkinkan Washington "membeli" Greenland yang adalah wilayah semi otonom dari Denmark yang tidak tercapai.
Rencananya, tarif akan dimulai sebesar 10% pada 1 Februari dan naik menjadi 25% pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan. Delapan negara yang menjadi target kebijakan ini adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Sektor Barang Mewah Tertekan
Tekanan bertambah pada hari Selasa setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif 200% terhadap produk anggur dan sampanye asal Prancis. Ancaman ini muncul setelah adanya laporan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan inisiatif "Board of Peace" terkait konflik di Gaza.
Dampaknya terlihat pada saham-saham barang mewah di bursa Paris. Saham LVMH (pemilik Moët & Chandon dan Dom Pérignon) turun 1,7% di awal perdagangan, sementara produsen minuman Remy Cointreau melemah 2%.
Respons Eropa dan Agenda Davos
Para pemimpin Eropa menyatakan keberatan atas ancaman tarif baru tersebut dan menilainya sebagai langkah yang tidak dapat diterima. Diskusi mengenai langkah balasan mulai muncul, di mana Prancis dilaporkan mendorong Uni Eropa untuk menggunakan instrumen ekonomi Anti-Coercion Instrument.
Sementara itu, fokus pelaku pasar hari ini tertuju pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Agenda hari ini akan diisi pidato dari sejumlah tokoh kunci, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Trump dijadwalkan menyampaikan pidatonya di forum tersebut pada Rabu besok.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/luc)

2 hours ago
1
















































