Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi kecerdasan buatan (AI) berdampak besar pada bursa kerja. Beberapa perusahaan kerap menyebut AI sebagai alasan mereka melakukan PHK besar-besaran dan memperlambat perekrutan.
Manusia diminta untuk bisa beradaptasi, termasuk untuk membiasakan diri dengan menggunakan AI dalam pekerjaan dan kehidupan hariannya. Namun, ternyata manusia juga belum siap memenuhi lapangan pekerjaan yang mungkin disediakan oleh AI.
"AI akan menciptakan banyak lapangan kerja dan kita sebagai masyarakat belum siap memenuhi lapangan kerja itu," kata CEO BlackRock, Larry Fink dikutip dari Semafor, Jumat (13/3/2026).
Selain itu menurutnya dampak terbesar akan terjadi pada mereka yang baru lulus perguruan tinggi, karena pengangguran tertinggi paling banyak untuk kategori usia lulus kuliah.
CEO Penta Group, Matt McDonald mengatakan akan ada perselisihan antar generasi saat lapangan pekerjaan hilang untuk para anak muda.
"Hilangnya lapangan kerja untuk lulusan pascasarjana dan generasi baby boomer yang menua di rumah empat kamar tidur karena suku bunga adalah ramuan untuk memicu perselisihan antar generasi," jelasnya.
Bahkan jauh lebih mudah mendapatkan pekerjaan di bidang ekonomi berbasis pengetahuan yang terhantam badai AI. Sebaliknya akan lebih sulit bekerja untuk pekerjaan yang diciptakan teknologi itu.
Semafor menegaskan pentingnya pihak perusahaan memikirkan ide untuk mengatasi masalah ini.
(fab/fab)
Addsource on Google

3 hours ago
4















































