KUTACANE (Waspada.id): Berbagai kalangan di Aceh Tenggara (Agara) mendesak Bupati dan Wakil Bupati, segera mengisi kekosongan jabatan pada dinas, badan dan kantor di Pemkab Agara.
Pasalnya, pasca berakhirnya jabatan Pj Bupati Syakir dan Taufiq, banyak terjadi kekosongan jabatan eselon III dan Eselon IV di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara.
Kekosongan jabatan eselon III setingkat Sekretaris Dinas dan Kabid maupun Kasi itu, selain menghambat karir PNS, juga mempengaruhi kinerja beberapa Organisasi Perangkat Daerah dalam melaksanakan program pembangunan dan dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.
Bupati LIRA, M.Saleh Selian, salah seorang pegiat dan pemerhati pemerintahan di Agara mengatakan, pengisian jabatan yang kosong dan rotasi serta mutasi sangat mendesak untuk dilakukan, karena beberapa jabatan setingkat Sekretaris, Kabid dan Kasi maupun Kasubag pada beberapa OPD, telah mengalami kekosongan selama satu sampai dua tahun lebih.
Sebab itu, jabatan eselon III dan eselon IV, banyak yang diisi pelaksana tugas, bahkan ada yang kosong dan dibiarkan tak ada pejabat defenitif yang menjabatnya.
Rotasi dan mutasi, memang sangat mendesak dilakukan Bupati HM Salim Fakhry dan Wakil Bupati, Heri Al Hilal demi penyegaran dan meningkatkan etos kerja serta karir ASN di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara.
“Kasihan banyak ASN yang seharusnya pangkatnya sudah naik, namun tertahan karena tak menduduki jabatan kasi, kasubag, kabid, kabag dan sekretaris dinas,” ujar Saleh.
Jika ada mutasi dan rotasi, terutama untuk mengusir kekosongan jabatan yang masih lowong, karir dan kepangkatan sebagian ASN di lingkungan Pemkab Agara pasti tak akan tertahan, namun karena mutasi tak digelar kendati Bupati Salim Fakhry dan Wakil Bupati Al Hilal, telah menduduki jabatan hampir satu tahun tersebut, banyak staf yang tak bisa naik pangkat karena tak menduduki jabatan sebagai Kasi, Kasubag, Kabid, Kabag maupun Sekdis.
Terhambatnya kenaikan pangkat sebagian besar ASN di lingkungan Pemkab Agara telah terjadi sejak masa kepemimpinan Pj Bupati Syakir dan Taufiq karena itu banyak ASN berharap di masa kepemimpinan Bupati Salim Fakhry dan wabup Heri Al Hilal ini, kebijakan meniadakan rotasi dan mutasi setingkat pejabat eselon III dan IV, jangan dilanjutkan lagi.
Kepala BKP SDM Agara, Abdul Saparudin.Karena, rotasi dan mutasi pada OPD di lingkungan Pemkab Agara tersebut sangat diperlukan sebagai langkah penyegaran, peningkatan etos kerja dan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat maupun peningkatan karir serta kepangkatan ASN.
Informasi Waspada.id terima dari berbagai sumber menyebutkan, adapun jabatan eselon III yang masih lowong dan tak ada pejabat definitif yakni, sekretaris BKP SDM, sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Sekretaris Inspektorat dan jabatan Kabag, Kabid, Kasi serta Kasubag pada dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemkab Agara.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Agara, Abdul Safarudin kepada Waspada.id, Rabu (11/2) membenarkan kekosongan pejabat yang menduduki jabatan pada beberapa OPD.
“Untuk eselon III setingkat sekdis tak ada pejabat definitif yakni, BKP SDM, Inspektorat, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah,Sekdis Koperasi dan UKM dan Sekretaris Baitul Mal Kabupaten,” ujar Saparudin.
Sedangkan jabatan eselon III lainnya yang dijabat pejabat pelaksana tugas yakni, Camat Deleng Pokhkisen, Lawe Alas dan Camat Leuser serta beberapa jabatan di OPD lainnya.
Saparudin menambahkan, jika saat ini tahapan mutasi, rotasi dan pengisian jabatan yang lowong dan yang dijabat pelaksana tugas pada OPD tersebut, sedang dalam proses.
Bahkan diperkirakan, dalam bulan Februari ini juga, akan diputuskan Bupati dan Wabup, pejabat yang dimutasi dan dirotasi serta mengisi jabatan yang dijabat pelaksana tugas maupun Plh.(id80)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































