Bangkit Bersama Pascabencana, Universitas Aufa Royhan Gelar Program Pemulihan Terpadu di Desa Sidadi 1

3 hours ago 2
Pendidikan

14 Maret 202614 Maret 2026

Bangkit Bersama Pascabencana, Universitas Aufa Royhan Gelar Program Pemulihan Terpadu di Desa Sidadi 1

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Desa Sidadi 1, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar oleh mahasiswa dan dosen Universitas Aufa Royhan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Program yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini bertujuan membantu pemulihan kondisi lingkungan, kesehatan, serta sosial masyarakat pascabencana. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim PkM, Delfi Ramadhini, SKM., Biomed, bersama tim dosen dan mahasiswa Universitas Aufa Royhan yang turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran tim pengabdian tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Berbagai program dilaksanakan selama kegiatan berlangsung. Di bidang ketahanan pangan, tim mengembangkan sistem hidroponik tower vertikal untuk membantu masyarakat memanfaatkan lahan terbatas dalam menanam sayuran sehat yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Selain itu, dibentuk pula Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai alternatif pemanfaatan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan keluarga.

Dalam upaya mitigasi bencana, tim pengabdian juga melakukan perbaikan bendungan dengan memasang bronjong galvanis sepanjang enam meter. Perbaikan ini bertujuan memperkuat struktur penahan aliran air agar tidak kembali merusak permukiman warga saat terjadi hujan deras di kemudian hari.

Di bidang kesehatan, tim membuka posko pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi kesehatan, serta pendataan kondisi kesehatan warga melalui metode crowdsourcing data kesehatan guna memetakan kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih sistematis.

Selain kesehatan fisik, perhatian juga diberikan pada kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak yang terdampak bencana. Tim melaksanakan kegiatan trauma healing melalui permainan edukatif, aktivitas rekreatif, konseling kelompok, serta penyediaan dan distribusi modul trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi mental anak-anak.

Edukasi gizi darurat juga diberikan kepada masyarakat, khususnya bagi balita dan lansia. Kegiatan ini dilakukan melalui demonstrasi memasak makanan bergizi serta pembagian paket bahan makanan sehat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi pascabencana.

Ketua Tim PkM, Delfi Ramadhini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program Mahasiswa Berdampak yang digagas oleh Kemendiktisaintek. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial serta pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan tersebut disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Sidadi 1. Kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan puskesmas, serta para ibu PKK desa diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.

Universitas Aufa Royhan berharap kegiatan pengabdian ini tidak hanya menjadi bantuan sementara, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, lingkungan, serta ketahanan pangan, sehingga masyarakat dapat lebih siap dan tangguh menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang. (Id13)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |